Modul PLPG IAIN Raden Intan Lampung 2012


MODUL  I

Kegiatan Belajar 1 :

Ayat Al-Qur’an tentang Tugas Manusia sebagai Khalifah di Bumi

 

     
 

Standar Kompetensi

Memahami ayat-ayat Al Qur’an tentang manusia dan tugasnya sebagai khalifah bumi.

 
 

Kompetensi Dasar

  1. Mengartikan Q.S. al-Baqarah:30, Al-Mukminun: 12 – 14, Az-Zariyat: 56, dan An-Nahl: 78.
  2. Menampilkan perilaku sebagai khalifah di bumi seperti terkandung dalam Q.S. Al-Baqarah: 30, Al-Mukminun: 12 – 14, Az-Zariyat: 56, dan An-Nahl: 78.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendahuluan

 Allah Maha Pencipta dan Dia menciptakan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh sehingga hasil ciptaan-Nya bermanfaat bagi seluruh makhluk-Nya, tidak ada yang   sia-sia. Demikian pula Allah menciptakan manusia  dan memilihnya untuk mengemban tugas sebagai khalifah di bumi. Allah tidak memilih malaikat atau jin sebagai khalifah, padahal asal kejadian malaikat dan jin boleh jadi lebih utama daripada asal kejadian manusia dimana manusia diciptakan dari air yang menjijikan, sementara malaikat diciptakan dari cahaya dan jin diciptakan dari api.  Hal ini tentu dimaksudkan agar manusia mampu menjadi hamba Allah yang pandai bersyukur, karena terpilih untuk mengemban tugas suci sebagai khalifah bumi.

 

A.    Surah Al-Baqarah (2) ; 30

øŒÎ)ur tA$s% š•/u‘ Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ’ÎoTÎ) ×@Ïã%y` ’Îû ÇÚö‘F{$# Zpxÿ‹Î=yz ( (#þqä9$s% ã@yèøgrBr& $pkŽÏù `tB ߉šøÿム$pkŽÏù à7Ïÿó¡o„ur uä!$tBÏe$!$# ß`øtwUur ßxÎm7|¡çR x8ωôJpt¿2 â¨Ïd‰s)çRur y7s9 ( tA$s% þ’ÎoTÎ) ãNn=ôãr& $tB Ÿw tbqßJn=÷ès? ÇÌÉÈ  

 

  1. 1.      Penjelasan

Pengertian awal khalifah secara bahasa adalah menggantikan atau memimpin. Dalam kaitannya dengan penciptaan manusia sebagai khalifah, mengandung makna bahwa manusia memiliki potensi untuk menjadi khalifah sehingga Allah SWT memberi tugas kepada manusia menjadi pengganti Allah untuk melaksanakan sesuatu atas nama yang digantikan yaitu menegakkan kehendak-Nya dan menerapkan hukum-hukum-Nya. Pemberian tugas kepada manusia sebagai khalifah bumi bukan karena Allah tidak mampu mengurusi bumi dan bukan pula dimaksudkan untuk menjadikan manusia berkedudukan sebagai Tuhan di muka bumi, tetapi semata-mata sebagai  penghormatan kepada manusia sekaligus sebagai ujian baginya apakah ia amanah dan sukses dalam menjalankan tugasnya atau sebaliknya, dan semua itu kelak akan dipertanggung jawabkan di hadapan Si Pemberi Tugas, yaitu Allah SWT. Tugas sebagai khalifah inilah yang membedakan manusia dengan makhluk ciptakan Allah yang lain, karena hanya manusia yang diserahi tugas sebagai khalifah di bumi. Inilah kelebihan manusia dibanding makhluk lainnnya, bahkan Allah menciptakan bumi dan isinya ini untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan agar manusia dapat menjalankan tugas sebagai khalifah dengan baik.

Karena yang memberi tugas sebagai khalifah itu  Allah, maka manusia harus memperhatikan kehendak yang menugasinya, tidak sewenang-wenang dalam berbuat melainkan berdasarkan pedoman atau rambu-rambu yang telah ditentukan, bahkan harus mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan alam dan sesama manusia yang didasarkan atas kebersamaan dan ketundukan kepada Allah SWT. Semakin baik interaksi manusia dengan Tuhan, interaksi manusia dengan sesama manusia, dan interaksi manusia dengan Alam, pasti akan semakin banyak hal yang dapat dimanfaatkan dari alam raya ini. Keharmonisan hubungan akan melahirkan kemajuan dan perkembangan masyarakat, namun keharmonisan tidak mungkin tercipta kecuali jika dilandasi oleh rasa aman.

Seorang khalifah berpotensi, bahkan secara aktual dapat melakukan kekeliruan dan kesalahan akibat mengikuti hawa nafsu. Dalam sejarah kehidupan manusia, begitu banyak manusia yang sukses mengemban tugas sebagai khalifah fil ard, tetapi juga betapa banyak manusia yang akhirnya tergelincir ke lembah kenistaan. Karena itu Allah memberi peringatan agar manusia tidak mengikuti hawa nafsunya sehingga ia sukses mengemban amanah tersebut. 

 

2.  Kesimpulan

  1. Allah memberi tugas sekaligus ujian kepada manusia untuk dapat mengemban misinya sebagai  khalifah di bumi. Agar mampu melaksanakan tugas sebagai khalifah, manusia dibekali dengan berbagai macam potensi, seperti; akal pikiran, perasaan, hawa nafsu, dan jasad yang sempurna.
  2. Wujud dari tugas sebagai khalifah adalah kemampuan mengelola alam secara benar dan mengembangkan interaksi atas dasar kebersamaan dan ketundukan kepada Allah serta mampu menciptakan rasa aman.

 

B.     Surah Al-Mu’minuun (23) ; 12-14

 

ô‰s)s9ur $oYø)n=yz z`»|¡SM}$# `ÏB 7’s#»n=ߙ `ÏiB &ûüÏÛ ÇÊËÈ   §NèO çm»oYù=yèy_ ZpxÿôÜçR ’Îû 9‘#ts% &ûüÅ3¨B ÇÊÌÈ   ¢OèO $uZø)n=yz spxÿôܑZ9$# Zps)n=tæ $uZø)n=y‚sù sps)n=yèø9$# ZptóôÒãB $uZø)n=y‚sù sptóôÒßJø9$# $VJ»sàÏã $tRöq|¡s3sù zO»sàÏèø9$# $VJøtm: ¢OèO çm»tRù’t±Sr& $¸)ù=yz tyz#uä 4 x8u‘$t7tFsù ª!$# ß`|¡ômr& tûüÉ)Î=»sƒø:$# ÇÊÍÈ  

 

 

  1. Penjelasan

Manusia lahir ke dunia melalui beberapa tahap (fase). Fase yang pertama merupakan awal dan asal kejadian manusia, yaitu dari saripati tanah.Adam berasal dari tanah, dan manusia setelah Adam berasal dari sperma Adam dan ovum (indung telur) Hawa.  Sperma dan ovum, keduanya berasal dari makanan dan makanan berasal dari tanah. Ini berarti bahwa kelahiran seorang anak manusia setelah Adam dan Hawa harus melalui proses kehamilan, termasuk proses kelahiran Nabi Isa A.S.

Fase kedua adalah nutfah,  yaitu pembuahan ovum perempuan dewasa oleh spermatozoa laki-laki dewasa melalui hubungan sex. Nutfah ini berada dalam tempat yang kokoh (rahim). Ovum yang telah dibuahi (zigot)  sampai ke dalam rahim, perilaku ovum berubah, salah satu perubahannya adalah zogote berusaha menggantung pada sel rahim dengan cara meleburkan sel-selnya untuk membuka lubang kecil tempat ia akan bergantung atau menempel pada dinding rahim untuk mendapatkan nutrisi. Inilah yang dinamai alaqah. Jadi alaqah bukanlah segumpal darah, tetapi sesuatu yang menggantung. Fase ke empat adalah Mudghah, yaitu sepotong daging tempat pembentukan janin. Selanjutnya sebagian dari  mudhgah berubah menjadi tulang belulang (‘idzaam), lalu tulang belulang itu dibungkus dengan daging (otot-otot).

Keseluruhan proses dari fase nutfah hingga pembentukan otot dalam riset ilmiah disebut fase pembentukan awal yang berlangsung selama kurang lebih 8 minggu. Pertumbuhan tulang belulang dan otot-otot terus berlanjut hingga awal bulan ke-empat. Pada bulan ke-empatlah Allah meniupkan roh ke dalam janin sehingga ia menjadi mahluk yang berbentuk lain (khalqan akhar), yang berbeda dengan makhluk yang lain. Gorilla atau orng utan memiliki organ yang sama seperti manusia, tetapi ia berbeda dengan manusia karena Allah tidak menganugerahkan ruh kepadanya. Ruh juga tidak dianugerahkan kepada malaikat.

 

  1. Kesimpulan

a. Manusia pertama (Adam as) diciptakan dari saripati tanah (sulalatin min tiin), sedangkan keturunanya berasal dari nutfah yang kemudian berproses di dalam rahim Ibu menjadi  alaqah, lalu menjadimMudghah, lalu sebagian mudghah menjadi idzaam, lalu idzam dibungkus lahma. Setelah empat bulan berproses, Allah meniupkan roh ke dalam janin tersebut sehingga menjadi khalqan akhar

b. Kita harus  menyadari sepenuh hati bahwa asal kejadian kita memang tidak lebih baik dari ayam. Ayam berasal dari telur dan telur laku dijual. Sedangkan manusia berasal dari air yang menjijikkan yang tidak laku dijual.

 

C.    Surah Az-Zaariyaat (51) ; 56

 

$tBur àMø)n=yz £`Ågø:$# }§RM}$#ur žwÎ) Èbr߉ç7÷èu‹Ï9 ÇÎÏÈ  

 

 “Dan Aku tidak menjadikan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu”

 

  1. Penjelasan

Allah menciptakan jin dan manusia agar dua jenis mahluk tersebut beribadah kepada-Nya. Bagi manusia, beribadah kepada Allah merupakan sebuah tugas yang sama dengan tugas makhluk-makhluk lainnya karena pada hakikatnya seluruh makhluk ciptaan Allah di jagat raya ini tunduk, patuh, serta taat beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu sekiranya seluruh manusia di dunia ini ingkar, maka kekuasaan dan kebesaran Allah SWT tidak akan pernah berkurang. Sebaliknya seandainya seluruh manusia beriman dan taat kepada Allah, maka kekuasaan dan kebesaran Allah tidak akan bertambah, sebab Allah Maha kuasa dan Maha Besar dengan sendiri-Nya. Dengan demikian sesungguhnya ibadah yang dilakukan oleh manusia semata-mata untuk manusia itu sendiri sebagai tanda syukur kepada Allah SWT.

Allah tidak menciptakan jin dan manusia  kecuali untuk beribadah kepadanya. Atas dasar ayat tersebut maka dapat dikatakan bahwa puncak tertinggi yang dapat dicapai seseorang adalah menjadi hamba Allah (Abdullah). Seorang hamba tidak memiliki sesuatu. Apa yang dimilikinya adalah milik Allah. Pengabdian adalah suatu bentuk ketundukan dan ketaatan yang mencapai puncaknya akibat adanya rasa keagungan dalam jiwa seseorang kepada Allah Sang Pemilik hamba, serta sebagai dampak dari keyakinan bahwa pengabdian itu tertuju kepada yng memiliki kekuasaan yang tidk terjangkau arti hakikatnya.

Wujud pengabdian seorang Abdullah adalah beribadah. Ditinjau dari cakupannya, ibadah dapat dibagi menjadi dua, yaitu   terdiri dari ibadah umum (ammah) dan ibadah khusus (khassah). Ibadah ammah (juga dikenal dengan istilah  ibadah ghairu mahdah) adalah semua perbuatan baik yang dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah, seperti menolong orang, mencari nafkah, belajar, menasihati teman, dan mencegah kejahatan. Adapun ibadah khassah ( juga dikenal dengan istilah ibadah mahdah) adalah ibadah yang telah ditentukan oleh Allah baik bentuk, kadar, atau waktunya, seperti shalat, zakat, puasa dan haji. Dari segi bentuknya, ibadah dapat dibagi menjadi lima; qauliyah (ucapan) seperti membaca al-Qur’an, berdo’a, berzikir; jismiyah (fisik) seperti berpuasa dan menolong orang; maliyah (melibatkan harta) seperti zakat, infaq, sedakah; qauliyah wa jismiyah seperti shalat, dan qauliyah wa jismiyah wa maliyah seperti ibadah haji dan umroh. 

Pendek kata, Ibadah adalah segala aktivitas lahir dan bathin manusia yang dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Oleh karena itu, agar segala aktifitas kita bernilai ibadah, niatkanlah semata-mata karena Allah dan lakukan sesuai tuntutan agama, salah satu caranya adalah selalu memulai dan mengakhiri  setiap perbuatan dengan membaca do’a.

 

  1. Kesimpulan
  1. Menjadi hamba Allah (Abdullah) merupakan tugas semua makhluk Allah, termasuk manusia.
  2. Ibadah sebagai wujud pengabdian seorang Abdullah terdiri dari ibadah umum (ammah) dan ibadah khusus(khassah).

 

 

 

 

 

D.    Surah An-Nahl (16) ; 78

 

ª!$#ur Nä3y_t÷zr& .`ÏiB ÈbqäÜç/ öNä3ÏF»yg¨Bé& Ÿw šcqßJn=÷ès? $\«ø‹x© Ÿ@yèy_ur ãNä3s9 yìôJ¡¡9$# t»|Áö/F{$#ur noy‰Ï«øùF{$#ur   öNä3ª=yès9 šcrãä3ô±s? ÇÐÑÈ  

 

 

  1. Penjelasan

Pada Surat Al-Mu’minun (23) Allah telah menjelaskan tentang proses kejadian manusia dan pertumbuhannya di dalam alam rahim. Dalam ayat ini Allah menjelaskan kepada kita tentang proses kelahiran dan keadaan jasmaniah serta ruhaniah bayi tatkala dilahirkan dari perut Sang Ibu.

Setalah kurang sembilan bulan Ibu mengandung kita, kini saatnya kita dilahirkan. Pernahkah kita bertanya kepada Ibu bagaimana kita dilahirkan? Cobalah meminta Ibu bercerita bagaimana proses kita dilahirkan agar kita dapat mensyukuri kehidupan ini dan makin sayang dan hormat kepada Ibu sebagaimana Rasulullah SAW. mengulangi hingga tiga kali untuk menghormati Ibu sebelum Ayah.

Kelahiran, sebagaimana kematian, terjadi setiap saat, siang dan malam. Namun demikian, kedua peristiwa tersebut hingga saat ini masih menjadi rahasia Ilahi yang belum banyak dapat diungkap oleh manusia. Boleh jadi teknologi mampu mengungkap tahap-tahap perkembangan janin, tetapi tidak mampu mengungkap bagaimana janin itu terjadi. Ini adalah rahasia kehidupan.

Ketika baru lahir,  bayi dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun yang ada di sekelilingnya. Kemudian Allah menganugerahinya kemampuan mendengar, melihat, dan berfikir. Ilmu kedokteran modern membuktikan bahwa indera pendengaran berfungsi mendahului indera penglihatan. Ia mulai tumbuh pada diri seorang bayi pada minggu-minggu pertama. Sedangkan indera penglihatan baru berfungsi pada bulan ketiga dan menjadi sempurna menginjak bulan keenam. Adapun kemampuan akal dan mata hati yang berfungsi membedakan baik dan buruk, mulai berfungsi jauh sesudah kedua indera tersebut, yaitu setelah menginjak mumayyiz. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jauh sebelum ilmu kedokteran mampu mengungkap fungsi indera-indera tersebut Al-Qur’an telah menjelaskan tentang perurutan penyebutan indera-indera yang mencerminkan tahap perkembangan fungsi indera-indera tersebut.

  Sebagai rasa syukur kita kepada Allah atas karunia-Nya, marilah kiat manfaatkan sebaik-baiknya indra-indra tersebut dengan cara meningkatkan kemampuan daya dengar, daya lihat dan daya fikir untuk mempelajari berbagai ilmu Allah yang terbentang begitu luas dan beragam, sambil berdzikir mengingat kebesaran dan keagungan Allah. Mudah-mudahan kita termasuk hamba Allah yang pandai bersyukur sehingga Allah SWT akan terus menambah nikmat-Nya.

 

  1. Kesimpulan
  1. Ketika manusia dilahirkan belum mampu mendengar, melihat, dan berfikir. Kemampuan tersebut Allah berikan setelah lahir secara bertahap.
  2. Berbagai indera yang telah dianugerahkan Allah selayaknya kita syukuri dengan berusaha seoptimal mungkin mempelajari tanda-tanda kebesaran Allah, agar kita termasuk orang yang pandai bersyukur.

 

Uji Kompetensi

A.  Lingkarilah salah satu huruf pada jawaban yang benar!

  1. Secara garis besar, ayat 30  surat al-Baqarah berisi tentang:
  1. penciptaan manusia sebagai khalifah       
  2. penciptaan manusia sebagai Abdullah
  3. penciptaan manusia dari saripati tanah
  4. penciptaan manusia dari segumpal darah
  5. menjadikan di bumi                                  c. menumpahkan darah
  6. membuat kerusakan                                  d. menyucikan diri
  7. idzhar                                                        c. idghom bihunnah
  8. ikhfa                                                          d. iqlab
  9. Menurut al-Qur’an, manusia pertama kali diciptakan dari:
    1. alaqah                                                        c.  sulalatin min tin
    2. mudghah                                                   d.  nuthfah
    3. Al-Idzoom, artinya:
      1. segumpal darah                                         c. tulang belulang
      2. segumpal daging                                       d.sesuatu yang menggantung
      3. Qaraarin makiin, artinya:
        1. tempat yang kokoh                                   c. segumpal darah
        2. sesuatu yang menggantung                       d. makhluk lain
        3. Khalqan aakhor,adalah bacaan:
          1. idzhar                                                        c. idghom bihunnah
          2. ikhfa                                                          d. iqlab
          3. 8.      Wamaa khalaqtul jinna wal insa illaa…
            1. liyasyhaduun                                             c. liyadzkuruun
            2. liya’buduuni                                              d. liya’lamuun
            3. Al-af’idah,artinya:
              1. pendengaran                                              c. penciuman
              2. penglihatan                                                d. hati/akal
              3. Min buthuuni ummahaatikum, adalah bacaan:
                1. idzhar                                                        c. idghom bihunnah
  1. Yasfikuddimaa, artinya:
  1. Jailun fil ardi adalah bacaan:

b.   ikhfa                                                          d. iqlab

 

B.  Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
  1. Salin kembali ayat 30 surat al-Baqarah, lalu terjemahkan per mufrodat!
  2. Bagaimana Anda berperilaku sebagai khalifah fil ard?
  3. Jelaskan maksud dari ayat 56 surat az-Zaariyaat!
  4. Bagaimana proses kejadian manusia menurut al-Qur’an?
  5. Manfaat apa saja yang dapat Anda petik dari proses kejadian manusia tersebut?

 

C. Angket: jawablah  seluruh pernyataan angket ini dengan sejujurnya. Ingat Anda adalah seorang khalifah dan Abdullah. Sebagai khalifah harus amanah, dan sebagai Abdullah harus jujur dalam melaksanakan tugas. Anda harus yakin, Allah Maha Mengawasi. Oleh karena itu jangan membohongi diri, jangan membohongi orang lain, apalagi membohongi Allah.
1.      Selama ini saya merasa sudah mengajar  sungguh-sungguh
  1. sangat setuju                                 c.   kurang setuju
  2. setuju                                             d.   tidak setuju
  3. sangat setuju                                 c.   kurang setuju
2.      Saya adalah orang yang tidak mudah putus asa

b.   setuju                                             d.   tidak setuju

3.      Saya termasuk tipe orang yang mudah memaafkan kesalahan orang lain
  1. sangat setuju                                 c.   kurang setuju

b.   setuju                                             d.   tidak setuju

4.      Saya  senang melihat rekan kerja atau orang lain sukses
  1. sangat setuju                                 c.   kurang setuju

b.   setuju                                             d.   tidak setuju

5.      Jika dalam proses pembelajaran ada pertanyaan siswa yang saya tidak tahu jawabannya, saya akan menjawab sekenanya, yang penting tidak membuat saya malu di depan siswa
  1. Selalu                                            c. kadang-kadang
  2. Sering                                            d. Tidak Pernah
  3. Selalu                                            c. kadang-kadang
6.      Saya shalat lima waktu

b.  Sering                                             d. Tidak Pernah

7.      Saya berpuasa di bulan Ramadhan
  1. Selalu                                            c. kadang-kadang

b.   Sering                                            d. Tidak Pernah

8.      Saya juga senang bersedekah, walaupun penghasilan saya sedikit
  1. Selalu                                            c. kadang-kadang

b.  Sering                                             d. Tidak Pernah

9.      Saya senang bekerjasama dalam kebaikan dengan siapapun
  1. Selalu                                            c. kadang-kadang

b.   Sering                                            d. Tidak Pernah

10.  Jika di sekolah, saya berusaha untuk menyenangkan hati rekan-rekan guru dan kepala sekolah.
  1. Selalu                                            c. kadang-kadang

b.   Sering                                            d. Tidak Pernah

11.  Saya tidak suka menceritakan kejelekan orang lain.
  1. Selalu                                            c. kadang-kadang

b.  Sering                                             d. Tidak Pernah

12.  Dalam lingkungan keluarga, saya termasuk anak yang patuh kepada orang tua.
  1. Selalu                                            c. kadang-kadang

b.  Sering                                             d. Tidak Pernah

13.  Di lingkungan tempat tinggal, saya dikenal sebagai orang baik.
  1. sangat setuju                                 c.   kurang setuju

b.   setuju                                             d.   tidak setuju

14.  Saya membuang sampah pada tempatnya
  1. Selalu                                            c. kadang-kadang

b.  Sering                                             d. Tidak Pernah

15.  Saya berani berkata benar, walaupun resikonya dibenci rekan-rekan dan atasan.
  1. Selalu                                            c.  kadang-kadang

b.   Sering                                            d. Tidak Pernah

 
 Cara Menghitung Skor:
  1. Jawaban a bernilai 4, b bernilai 3, c bernilai 2, dan d bernilai 1.
  2. Jumlahkan seluruh skor Anda, jika skor anda:
  1. Antara 15 s/d 30, Tidak Baik, Segera perbaiki diri anda, minta nasihat orang yang lebih ahli.
  2. Antara 31-45, Cukup Baik, tetapi masih harus ditingkatkan.
  3. Antara 46 s/d 60, Baik, berusahalah selalu untuk mempertahankannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan Belajar 2:

Ayat-Ayat Al-Qur’an tentang Demokrasi

 

   
 

Standar Kompetensi:

Memahami  ayat-ayat AL-Quran tentang demokrasi.

 

 
 

Kompetensi Dasar:

1. Menerjemahkan  QS. Ali Imran  159 dan QS Asy-Syura 38

2. Menampilkan perilaku hidup demokratis seperti terkandung  dalam QS. Ali Imran  159 dan QS Asy-Syura 38 dalam kehidupan sehari-hari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendahuluan

Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani: demos (rakyat) dan kratos (Pemerintahan). Demokrasi diartikan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dalam system demokrasi, masyarakat bertanggung jawab atas nasib sendiri. Rakyat berdaulat atas kepentingan mereka sendiri dan merupakan sumber kekuasaan. Artinya, rakyat bebas menentukan pilihan terbaik baginya. Dalam demokrasi sejati, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam menentukan arah pemerintahan.

Jauh sebelum bangsa Eropa serta Amerika mengenal demokrasi, ummat Islam telah memiliki demokrasi, yaitu ide tentang musyawarah. Dalam Islam,  musyawarah memiliki tempat yang sangat penting, bahkan kata musyawarah sendiri dijadikan nama salah satu surah Al-Qur’an, yaitu surah Asy-Syuura, surat ke -42. Musyawarah atau syura adalah proses pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan bersama dalam suatu masyarakat. Walaupun syuro sering disepadankan dengan demokrasi, namun keduanya memiliki perbedaan. Syuro membenarkan keputusan pendapat mayoritas sebagaimana demokrasi, namun keputusan mayoritas dalam syuro diambil setelah berkali-kali melakukan musyawarah. Syuro dan demokrasi menekankan bahwa pimpinan diangkat melalui kontrak social, namun syuro mengaitkannya dengan “perjanjian Ilahi”. Di samping itu, dalam demokrasi sekuler persoalan apapun dapat dibahas dan diputuskan, sementara dalam syuro tidak dibenarkan memusyawarahkan sesuatu yang telah ada ketetapannya dari Tuhan secara tegas dan pasti, serta tidak dibenarkan menetapkan hal-hal yang bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam.       

Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia juga mengenal demokrasi, sebagaimana tercantum dalam sila ke-empat dari Pancasila. Mengingat sila-sila dari Pancasila tersebut merupakan sebuah kesatuan, maka demokrasi di Indonesia yang berintikan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan itu harus dijiwai dan diintegrasikan dengan sila-sila lainnya. Ini berarti bahwa demokrasi harus dijalankan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan keadilan sosial.

 

A.    Surah Ali Imran (3) : 159

 

$yJÎ6sù 7pyJômu‘ z`ÏiB «!$# |MZÏ9 öNßgs9 ( öqs9ur |MYä. $ˆàsù xá‹Î=xî É=ù=s)ø9$# (#q‘ÒxÿR]w ô`ÏB y7Ï9öqym ( ß#ôã$$sù öNåk÷]tã öÏÿøótGó™$#ur öNçlm; öNèdö‘Ír$x©ur ’Îû ͐öDF{$# ( #sŒÎ*sù |MøBz•tã ö@©.uqtGsù ’n?tã «!$# 4 ¨bÎ) ©!$# =Ïtä† tû,Î#Ïj.uqtGßJø9$# ÇÊÎÒÈ  

  

  1. Penjelasan

Islam adalah agama Universal, berlaku sepanjang masa. Jika persoalan agama sudah sempurna seiring dengan berakhirnya masa kenabian Muhammad SAW, maka persoalan yang terkait dengan kemasyarakatan dan keduniaan dapat mengalami perkembangan dan perubahan sesuai perkembangan kebudayaan manusia. Untuk itulah Al-Qur’an menjelaskan petunjuknya dalam bentuk global (prinsip-prinsip umum) agar petunjuk itu dapat menampung segala perubahan dan perkembangan sesuai budaya manusia. Salah satu petunjuk umum dalam mencari dan menemukan solusi atas persoalan kemasyarakatan dan urusan dunia adalah musyawarah.

Lemah lembut, pemaaf, bersedia mendengarkan saran dan pendapat orang lain, merupakan bagian dari ahlakul karimah yang dimiliki Rasulullah yang merupakan hasil pendidikan langsung dari Allah Swt. Ahlakul karimah inilah yang menyebabkan Rasulullah dicintai ummatnya, disegani kawan maupun lawan. Sekiranya Rasulullah berlaku keras dan berhati kasar, niscaya dakwah Beliau akan gagal dan Risalah Islamiyah tidak akan sampai ke seluruh penjuru dunia, termasuk ke Indonesia.

Di antara perilaku Rasulullah yang terpuji adalah kebiasaan bermusyawarah dalam urusan yang menyangkut kepentingan ummat,  seperti pada peristiwa perang Uhud.

Menjelang perang Uhud, Nabi SAW bermusyawarah dengan para sahabat tentang cara menghadapi musuh yang ketika itu sedang menuju Madinah. Nabi SAW sendiri cenderung untuk tetap bertahan di kota Madinah. Namun karena sebagian besar sahabat mengusulkan untuk menyongsong musuh di luar kota Madinah, maka beliaupun menyetujuinya. Ternyata strategi itu menyebabkan 70 sahabat gugur sebagai syahid, tetapi Beliau tidak menyesal, walaupun hasil dari musyawarah tersebut ternyata tidak sesuai harapan. Beliau tidak memaki dan mempersalahkan para pemanah yang meninggalkan posisi mereka, tetapi hanya menegurnya dengan halus. . Ini menunjukkan bahwa keputusan  musyawarah harus dijunjung tinggi dan tidak perlu disesali sebab kesalahan yang dilakukan setelah musyawarah tidak sebesar kesalahan yang dilakukan tanpa musyawarah, dan kebenaran yang diraih sendirian tidak sebaik kebenaran yang diraih bersama. Yang harus dilakukan adalah mengevaluasi diri (muhasabah), sehingga kegagalan dijadikan sebagai pendorong keberhasilan di masa dating

Musyawarah yang baik harus didasarkan pada prinsip-prinsip sebagaimana disebutkan dalam ayat tersebut, yaitu:

  1. Berlaku lemah lembut, tidak kasar, tidak berhati keras.

Orang yang melakukan musyawarah harus menghindarkan diri dari tutur kata yang kasar serta keras kepala, karena jika tidak, maka mitra musyawarah akan bertebaran pergi meninggalkan majlis musyawarah. Dalam musyawarah harus ada keikhlasan mendengarkan pendapat orang lain selain pendapat kita sendiri.

  1. Memberi maaf

Orang yang bermusyawarah harus menyiapkan mental untuk selalu bersedia memberi maaf, karena mungkin saja ketika bermusyawarah terjadi perbedaan pendapat, atau keluar kalimat-kalimat yang menyinggung perasaan. Bila  tidak ada kesediaan memafkan, keadaan tersebut akan mengubah musyawarah menjadi pertengkaran.

  1. Memohon ampunan Allah

Dalam bermusyawarah jangan hanya mengandalkan akal, tetapi harus selalu dibarengi dengan memohon petunjuk dan ampunan Allah, sehingga keputusan hasil musyawarah merupakan keputusan bersama yang dapat dipertanggungjawabkan dan bukan keputusan berdasarkan hawa nafsu.  

  1. Bertawakkal (berserah diri kepada Allah)

Setelah keputusan ditetapkan, hendaknya setiap peserta musyawarah mentaati dan melaksanakan keputusan tersebut dengan berserah diri kepada Allah. Apapun resikonya, harus ditanggung bersama, dan jika terjadi kegagalan tidak perlu saling menyalahkan.

  1. Kesimpulan
  1. Musyawarah adalah sendi demokrasi dalam Islam
  2. Musyawarah yang baik harus didasarkan pada prinsip lemah lembut, memberi maaf , memohonkan ampun, dan berserah diri kepada Allah atas hasil musyawarah

 

B.     Surah Asy-Syura (42) : 38

tûïÏ%©!$#ur (#qç/$yftGó™$# öNÍkÍh5tÏ9 (#qãB$s%r&ur no4qn=¢Á9$# öNèdãøBr&ur 3“u‘qä© öNæhuZ÷t/ $£JÏBur öNßg»uZø%y—u‘ tbqà)ÏÿZムÇÌÑÈ  

1.  Penjelasan

Musyawarah merupakan salah satu asas dalam kehidupan bermasyarakat yang menampung pendapat yang berbeda dari berbagai kalangan. Musyawarah itu sendiri berfungsi untuk menghimpun pendapat yang lebih baik dan benar dari berbagai lapisan masyarakat, dan mempersatukan serta mencari jalan keluar masalah bersama secara mufakat, yang dalam bahasa Al-Qur’an disebut wa amruhum syuura bainahum (dan urusan mereka diputuskan dengan musyawarah antar mereka).

Ayat ini turun sebagai pujian kepada kaum muslimin Madinah (Anshor) yang bersedia membela Nabi Muhammad SAW. dan menyepakati kesediaan tersebut melalui musyawarah yang mereka laksanakan di rumah Abu Ayyub Al-Anshari. Menurut ayat tersebut, kesediaan bermusyawarah dalam persoalan yang menyangkut urusan kemasyarakatan adalah merupakan salah satu ciri seorang mukmin. Ciri lainnya adalah mematuhi seruan Allah, melaksanakan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki.

Syura berasal dari kata syaur. Kata syura bermakna mengambil dan mengeluarkan pendapat yang terbaik dengan memperhadapkan satu pendapat dengan pendapat yang lain. Kata ini terambil dari kalimat Syirtul asal, yang bermakna: Saya mengeluarkan madu (dari wadahnya). Ini berarti mempersamakan pendapat yang terbaik dengan madu, dan bermusyawarah adalah upaya meraih madu itu dimanapun madu itu ditemukan, atau dengan kata lain, pendapat siapapun yang dinilai benar tanpa mempertimbangkan siapa yang menyampaikannya. . Hal ini juga berarti bahwa musyawarah hanya digunakan untuk hal-hal yang baik, oleh orang-orang yang berniat baik, sehingga hasilnya adalah keputusan terbaik yang sangat bermanfaat bagi semua pihak, sebagaimana manfaat madu bagi kesehatan dan kekuatan manusia Sedangkan  obyek musyawarah adalah hal-hal yang berkaitan dengan urusan manusia secara umum yang berada dalam wewenang mereka. Karena itu masalah ibadah mahdah yang sepenuhnya berada dalam wewenang Allah tidaklah termasuk hal-hal yang dapat dimusyawarahkan.

Kata musyawarah pada mulanya bermakna mengeluarkan madu dari sarang lebah. Ini berarti bahwa musyawarah hanya digunakan untuk hal-hal yang baik, oleh orang-orang yang berniat baik, sehingga hasilnya adalah keputusan terbaik yang sangat bermanfaat bagi semua pihak, sebagaimana manfaat madu bagi kesehatan dan kekuatan manusia.

Kita semua pasti menginginkan suasana aman, damai, selamat dan sejahtera dalam kehidupan. Musyawarah adalah sebuah jalan dan solusi yang bila dilaksanakan secara sungguh-sungguh berdasarkan prinsip-prinsip Al-Qur’an akan mampu menjamin terciptanya suasana saling menghargai dan saling menghormati sehingga tercipta rasa aman dan damai. Bermusyawarahlah dalam segala urusan yang berkaitan dengan kemasyarakatan, kenegaraan, dan kemanusiaan pada umumnya. Selesaikan segala perselisihan, pertikaian, dan permusuhan dengan cara musyawarah. Kalaupun hasil musyawarah ternyata menghsilkan perbedaan pendapat, hargailah perbedaan pendapat dan jadikan perbedaan tersebut sebagai rahmat Allah.

Memang tidak dapat dihindari dalam kehidupan sering terjadi perbedaan pendapat, sebab hal itu merupakan sunnatullah. Oleh karena itu, dalam hal musyawarah, Al-Qur’an juga tidak menjelaskan bagaimana bentuk syura yang dianjurkan. Hal ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada setiap masyarakat untuk menyusun bentuk syura yang mereka inginkan sesuai dengan perkembangan dan ciri masyarakat masing-masing. 

 

2.  Kesimpulan

  1. Musyawarah adalah proses pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan bersama dalam suatu masyarakat.
  2. Musyawarah harus didasarkan pada prinsip lemah lembut, memaafkan, memohon ampunan Allah, dan tawakkal.
  3. Musyawarah merupakan ciri seorang mu’min dan ia merupakan salah stu prinsip hukum dan politik untuk umat manusia.
  4. Al-Qur’an tidak merinci bentuk musyawarah tertentu. Hal ini dimaksudkan agar setiap masyarakat dapat menyesuaikan system syura-nya dengan kepribadian, kebudayaan, dan kondisi sosialnya. Yang terpenting adalah adanya keterlibatan masyarakat dalamurusan yang berkaitan dengan mereka.

 

Uji Kompetensi

A.  Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

  1. Kata demokrasi berasal dari bahasa

a. Arab                                                            c. Perancis

b. Inggris                                             d. Yunan

  1. Dalam system demokrasi, yang menjadi sumber kekuasaan adalah:

a. Negara                                             c. Rakyat

b. Pemerintah                                      d. Tuhan                                             

  1. Pernyataan yang benar berkenaan dengan demokrasi sekuler adalah:
  1. Persoalan apapun dapat dibahas dan diputuskan
  2. Pemimpin diangkat melalui kontrak sosial dan perjanjian ilahi
  3. Hanya persoalan kemanusiaan yang dapat dibahas dan dputuskan
  4. Keputusan mayoritas diambil setelah berkali-kali bermusyawarah.
  5. Demokrasi                                     c. Mufakat
  6. Musyawarah                                  d. Sidang
  7. Al-Isra                                           c. As-Shaaffat
  8. As-Syu’araa                                  d. As-Syuura
  1. Proses pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan bersama dalam suatu masyarakat disebut:
  1. Kata musyawarah dijadikan salah satu nama surat dalam Al-Qur’an, yaitu surat:
  1. Perintah bermusyawarah dalam berbagai urusan terdapat pada:

a. QS. Ali Imran: 157                          c. QS. Ali Imran: 159

b. QS. Ali Imran: 158                         d. QS. Ali Imran: 160

  1. Wa’fu anhum wastaghfirlahum ……………………… fil amri
  1. wa jaadilhum                                 c. wa raaziqhum
  2. wa syaawirhum                             d. wa karrimhum
  3. Mengambil pendapat yang terbanyak
  4. Mengambil pendapat yang terbaik
  5. Mengambil pendapat dari kelompok terdidik
  6. Mengambil pendapat terkuat
  7. Hal-hal yang berkaitan dengan ibadah mahdah
  8. Hal-hal yang berkaitan dengan urusan aqidah
  9. Hal-hal yang berkaitan dengan urusan syariah
  10. Hal-hal yang berkaitan dengan kemasyarakatan
  11. Hukum shalat lima waktu
  12. Strategi berperang yang baik
  13. Memajukan ekonomi umat Islam
  14. Pelayanan jamaah haji
  1. Kata Syura berasal dari kata syaur yang berarti:
  1. Masalah yang menjadi objek musyawarah adalah:
  1. Contoh masalah yang tidak boleh dimusyawarahkan  seperti:

 

B.  Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar!

  1. Jelaskan persamaan dan perbedaan demokrasi ala Barat dengan musyawarah dalam Islam!
  2. Mengapa orang yang bermusyawarah harus berlaku lemah lembut?
  3. Jelaskan prinsip memohon ampunan Allah dalam bermusyawarah!
  4. Pelajaran apa yang dapat diambil dari makna musyawarah yang berarti “mengeluarkan madu dari sarang lebah”?
  5. Mengapa Al-Qur’an tidak menentukan bentuk syura yang dianjurkan?

 

C.  Peserta Aktif

Buatlah kelas dalam beberapa kelompok, lalu tentukan rencana kegiatan dalam rangka memperingati hari besar Islam. Bermusyawarahlah sesuai dengan prinsip-prinsip musyawarah yang telah Anda pelajari. Mintalah dosen sebagai fasilitator. Setelah selesai bermusyawarah, serahkan hasil keputusan musyawarah kepada dosen Anda. Untuk mengukur keberhasilan anda dalam menerapkan prinsip-prinsip musyawarah, jawab dengan jujur pertanyaan di bawah ini!

  1. Apakah masalah yang dimusyawarahkan adalah masalah penting dan bermanfaat?
  2. Apakah ada yang menjadi pemimpin musyawarah?
  3. Apakah pemimpin musyawarah berlaku adil dan tidak memaksakan kehendak?
  4. Apakah anda aktif terlibat dalam musyawarah?
  5. Apakah anda memaksakan pendapat anda?
  6. Apakah ada peserta lain yang memaksakan pendapatnya?
  7. Apakah anda mencemooh pendapat peserta yang lain?
  8. Apakah musyawarah berakhir dengan baik?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan Belajar 3

 

Standar Kompetensi

Memahami ayat-ayat Al Quran tentang perintah menjaga kelestarian lingkungan hidup.

 

Ayat Al-Qur’an tentang Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup

 

 

 

Kompetensi Dasar:

  1. Menjelaskan arti QS Ar Rum: 41-42, QS Al A’raf: 56-58, dan QS Sad: 27.
  2. Membiasakan perilaku menjaga kelestarian lingkungan hidup seperti terkandung dalam QS Ar Rum: 41-42, QS Al A’raf: 56-58, dan QS Sad: 27.

 

 

 

                                                                                                                                               

 

 

 

 

Pendahuluan

            Islam adalah agama yang memberikan perhatian yang besar terhadap kelestarian lingkungan dan alam. Ini terlihat jelas dari banyaknya ayat Al Quran yang melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi dan memerintahkan kepada umatnya agar menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan dan alam sebagai khalifah di bumi, karena alam sangat berperan besar bagi kelangsungan hidup manusia. Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar ayat-ayat Al Quran tentang larangan berbuat kerusakan di bumi dan perintah untuk menjaga kelestarian lingkungan dan alam.

Menyiram dan merawat tanaman adalah salah satu bentuk menjaga kelestarian lingkungan dan alam. Pepohonan memiliki peran yang besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam. Karena itu, kita dilarang merusak pepohonan. Sudahkah Anda berperan serta dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan alam?

  1. A.    Surah Ar Rum: 41 – 42

tygsß ßŠ$|¡xÿø9$# ’Îû ÎhŽy9ø9$# ̍óst7ø9$#ur $yJÎ/ ôMt6|¡x. “ω÷ƒr& Ĩ$¨Z9$# Nßgs)ƒÉ‹ã‹Ï9 uÙ÷èt/ “Ï%©!$# (#qè=ÏHxå öNßg¯=yès9 tbqãèÅ_ötƒ ÇÍÊÈ   ö@è% (#r玍ř ’Îû ÇÚö‘F{$# (#rãÝàR$$sù y#ø‹x. tb%x. èpt7É)»tã tûïÏ%©!$# `ÏB ã@ö6s% 4 tb%x. OèdçŽsYò2r& tûüÏ.Ύô³•B ÇÍËÈ  

1.   Penjelasan

            Ayat di atas menyatakan bahwa kerusakan yang terjadi di alam, baik di darat maupun di laut adalah akibat dari ulah tangan manusia. Ayat di atas menyebut darat dan laut sebagai tampat terjadinya fasad (kerusakan). Ini berarti bahwa darat dan laut telah mengalami kerusakan, ketidakseimbangan, dan kekurangan manfaat. Laut telah tercemar oleh limbah sehingga ikan-ikan mati dan hasil laut berkurang. Daratan semakin tandus sehingga banyak tanaman yang mati dan kerdil sehingga keseimbangan lingkungan terganggu.

            Ibnu Asyur mengemukakan berbagai penafsiran terhadap ayat ini. Makna terakhir yang dikemukakannya menyebut bahwa alam raya telah diciptakan Allah dalam satu sistem yang sangat serasi dan sesuai dengan kehidupan manusia. Tetapi manusia melakukan kegiatan buruk yang merusak sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam sistem kerja alam.

            Pengrusakan yang dilakukan manusia mengakibatkan gangguan keseimbangan di darat dan di laut. Sebaliknya, ketiadaan keseimbangan di darat dan di laut mengakibatkan bencana bagi manusia. Demikian pesan ayat di atas. Semakin banyak pengrusakan terhadap lingkungan, semakin besar pula dampak buruknya bagi manusia. 

Ini merupakan kenyataan yang tak dapat dipungkiri, terlebih lagi dewasa ini. Manusia memanfaatkan dan mengeksplorasi alam tanpa terkendali. Mereka hanya memikirkan keuntungan tanpa mempertim-bangkan dampak dari perbuatan mereka itu. Contohnya, penebangan pohon secara liar di berbagai hutan di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi sehingga ekosistem alam terganggu dan akibatnya terjadi bencana alam. Contoh lain, penambangan emas di Papua. Bekas-bekas penambangan dibiarkan begitu saja tanpa upaya rehabilitasi sehingga meninggalkan kubangan-kubangan raksasa yang mengganggu keseimbangan ekosistem alam.

Allah menciptakan semua makhluk saling terkait.  Dalam keterkaitan itu lahir keserasian dan keseimbangan dari yang terkecil hingga yang terbesar dan semua tunduk dalam pengaturan Allah Yang Maha Besar. Bila terjadi gangguan pada keserasian dan keseimbangan itu, maka kerusakan terjadi, dan ini kecil atau besar pasti berdampak pada seluruh bagian alam, termasuk manusia, baik yang merusak maupun yang merestui pengrusakan itu. Keengganan langit menurunkan hujan atau bumi menumbuhkan tanaman, banjir, gempa bumi, dan sebagainya., semua itu adalah tanda–tanda yang diberikan Allah untuk memperingatkan manusia agar mereka kembali ke jalan yang lurus.

            Sanksi dan bencana pengrusakan akan dialami oleh siapa saja yang melakukan pengrusakan alam, baik dahulu, kini, maupun yang akan datang. Karena itu, Al Quran memerintahkan kita agar melakukan perjalanan di muka bumi untuk mengambil pelajaran. Fakhruddin Ar Razi menulis bahwa perjalanan wisata mempunyai dampak yang sangat besar dalam rangka menyempurnakan jiwa manusia. Dengan perjalanan itu manusia dapat menyaksikan aneka ragam ciptaan Allah dan dapat mengambil ibrah (pelajaran berharga).

Jalaluddin Al Qasimi juga menyatakan bahwa kitab ini (Al Quran) memerintahkan manusia agar mengorbankan sebagian waktunya untuk melakukan perjalanan agar ia dapat menemukan peninggalan-peninggalan lama, mengetahui kabar berita umat terdahulu, agar semua itu dapat menjadi pelajaran berharga dan diharapkan hati yang beku akan mencair.

Ketika melakukan perjalanan itu, Al Quran menyuruh kita agar “melihat”. Yang dimaksud dengan “melihat” adalah menyaksikan dengan pandangan mata yang mengantarkan kepada pencapaian tujuan yang benar. Ini karena masyarakat Mekah itu seringkali melakukan perjalanan dan melihat bekas-bekas peninggalan umat yang lalu, namun mereka tidak menarik pelajaran darinya.

Perhatikanlah kesudahan orang-orang  dahulu. Jika kamu memperhatikan dengan mata kepala dan pikiran yang jernih, pasti kamu melihat puing-puing kehancuran mereka. Itu disebabkan karena kebanyakan mereka adalah orang yang mempersekutukan Allah sehingga mereka melakukan kedurhakaan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan. Begitulah pesan ayat di atas.

            Kita bisa megambil pelajaran dari kisah kaum Ad, Tsamud, dan Saba. Mereka telah mengolah bumi dengan membajak tanah, membangun pertanian, dan telah memakmurkannya, yakni membangunnya dengan aneka ragam bangunan fisik yang kokoh. Namun mereka ingkar kepada Allah dan menyimpang dalam arah dan tujuan pembangunan yang mereka lakukan, sehingga akhirnya ditimpakan azab yang pedih kepada mereka.

 

2.   Kesimpulan

a.  Alam raya telah diciptakan Allah dalam satu sistem yang sangat serasi dan sesuai dengan kebutuhan dan kehidupan manusia

b.   Pengrusakan yang dilakukan manusia mengakibatkan gangguan keseimbangan di darat dan di laut.

 

B.   Surah Al A’raf: 56 – 58

Ÿwur (#r߉šøÿè? †Îû ÇÚö‘F{$# y‰÷èt/ $ygÅs»n=ô¹Î) çnqãã÷Š$#ur $]ùöqyz $·èyJsÛur 4 ¨bÎ) |MuH÷qu‘ «!$# Ò=ƒÌs% šÆÏiB tûüÏZÅ¡ósßJø9$# ÇÎÏÈ   uqèdur ”Ï%©!$# ã@řöãƒ yx»tƒÌh9$# #MŽô³ç0 šú÷üt/ ô“y‰tƒ ¾ÏmÏGuH÷qu‘ ( #Ó¨Lym !#sŒÎ) ôM¯=s%r& $\/$ysy™ Zw$s)ÏO çm»oYø)ߙ 7$s#t6Ï9 ;MÍh‹¨B $uZø9t“Rrsù ÏmÎ/ uä!$yJø9$# $oYô_t÷zrsù ¾ÏmÎ/ `ÏB Èe@ä. ÏNºtyJ¨V9$# 4 šÏ9ºx‹x. ßl̍øƒéU 4’tAöqyJø9$# öNä3ª=yès9 šcr㍞2x‹s? ÇÎÐÈ   à$s#t7ø9$#ur Ü=Íh‹©Ü9$# ßlãøƒs† ¼çmè?$t6tR ÈbøŒÎ*Î/ ¾ÏmÎn/u‘ ( “Ï%©!$#ur y]ç7yz Ÿw ßlãøƒs† žwÎ) #Y‰Å3tR 4 y7Ï9ºx‹Ÿ2 ß$ÎhŽ|ÇçR ÏM»tƒFy$# 5Qöqs)Ï9 tbráä3ô±o„ ÇÎÑÈ  

 

Mufradat:

 

dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan).

ç  $·èyJsÛur$]ùöqyznqãã÷Š$#ur

Dan Dialah yang meniupkan angin

u   yx»tƒÌh9$#ã@řöãƒ”Ï%©!$#qèdur

sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan)

š ô ¾ÏmÏGuH÷qu‘“y‰tƒú÷üt/#MŽô³ç0

hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung

#ô  Zw$s)ÏO$\/$ysy™ M¯=s%r&!#sŒÎ) Ó¨Lym

Kami halau ke suatu daerah yang tandus

ç;MÍh‹¨B 7$s#t6Ï9 m»oYø)ߙ

Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur

àßçmè?$t6tRlãøƒs† ¼ Ü=Íh‹©Ü9$# $s#t7ø9$#ur

dengan seizin Allah

È ¾ÏmÎn/u‘bøŒÎ*Î/

dan tanah yang tidak subur

y]ç7yz“Ï%©!$#ur

Tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana

Ÿž#Y‰Å3tR ßwÎ) lãøƒs† w

 

1.  Penjelasan

Ayat ini kembali menegaskan larangan berbuat kerusakan di muka bumi. Alam raya ini diciptakan oleh Allah dalam keadaan yang sangat harmonis, serasi, dan memenuhi kebutuhan makhluk. Allah telah menjadikannya baik, bahkan memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk memperbaikinya. Salah satu bentuk perbaikan yang dilakukan Allah adalah dengan mengutus para rasul untuk meluruskan dan memperbaiki kehidupan yang kacau dalam masyarakat. Siapa yang tidak menyambut kedatangan rasul, atau menghambat misi mereka, maka dia telah melakukan salah satu bentuk pengrusakan di muka bumi.

Merusak setelah diperbaiki jauh lebih buruk daripada merusaknya sebelum diperbaiki atau pada saat dia buruk. Karena itu, ayat ini secara tegas menggaris bawahi larangan tersebut. Walaupun tentunya memperparah kerusakan atau merusak yang baik juga amat tercela. Di akhir ayat adalah tuntunan dalam berdoa, yaitu agar berdoa kepada Allah dengan penuh rasa takut dan harap.

Setelah menjelaskan betapa dekat rahmat-Nya kepada para muhsinin, dijelaskan di sini sekelumit dari rahmat-Nya yang menyeluruh dan menyentuh semua makhluk-Nya. Al Biqa’i menghubungkan ayat ini dengan ayat yang lalu dengan mengatakan bahwa kualitas tanah dan keseimbangan kesuburannya terpenuhi dengan turunnya hujan dan ini merupakan salah satu rahmat-Nya yang terbesar.

Allah mengirim angin yang menghalau awan yang mengandung air hujan ke tempat yang kering sehingga tempat itu menjadi subur dan menghasilkan berbagai macam buah-buahan dan sebagainya yang sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup manusia.

Dengan kedua ayat ini Allah menegaskan bahwa salah satu karunia-Nya yang besar adalah menggerakan angin sebagai tanda bagi kedatangan nikmat-Nya, yaitu angin yang membawa awan tebal yang dihalaunya ke negeri yang kering yang telah rusak tanamannya karena kekuarangan air. Lalu Dia menurunkan dari awan itu hujan yang lebat sehingga negeri yang hampir mati itu menjadi subur kembali.

Pada ayat ini pula, Allah memberikan perumpamaan dengan hidupnya kembali tanah yang mati untuk menetapkan kebenaran terjadinya hari berbangkit (yaumul ba’ats). Ini menjadi peringatan bagi manusia agar jangan berbuat kerusakan di muka bumi, karena itu semua akan ada pertanggungjawabannya di hadapan Allah kelak.

Selanjutnya, pada ayat 58, Allah swt. menjelaskan tentang macam-macam tanah. Tanah di muka bumi ini ada yang baik dan subur. Apabila dicurahi hujan sedikit saja, maka dapat menumbuhkan berbagai macam tanaman dan menghasilkan buah-buahan dan sayur-sayuran yang melimpah. Namun ada pula tanah yang tidak baik, meskipun telah dicurahi hujan yang lebat, namun tanaman-tanamannya tetap hidup merana dan tidak menghasilkan apa-apa.

Ini merupakan perumpamaan bagi sifat dan tabi’at manusia dalam menerima ajaran Islam. Manusia yang beriman kepada Allah diibaratkan seperti tanah yang subur. Ketika mendengar atau membaca ayat-ayat Allah, mereka dengar dan patuh serta gemar berbuat kebajikan sebagai buah dari keimanannya itu. Sementara orang yang hatinya beku atau mati diibaratkan seperti tanah yang tandus dan kering. Meskipun dibacakan berulang-ulang ayat-ayat Allah kepada mereka, namun hati mereka tertutup untuk menerima kebenaran, malah mereka suka berbuat kerusakan di muka bumi.

 

 2.  Kesimpulan

a.   Merusak lingkungan adalah perbuatan yang buruk, apalagi merusak lingkungan yang telah diperbaiki, jauh lebih buruk.

b.   Manusia yang memiliki perilaku merusak linkungan diibaratkan seperti tanah yang tandus dan kering.

 

C.  Surah Sad: 27

$tBur $uZø)n=yz uä!$yJ¡¡9$# uÚö‘F{$#ur $tBur $yJåks]÷t/ WxÏÜ»t/ 4 y7Ï9ºsŒ `sß tûïÏ%©!$# (#rãxÿx. 4 ×@÷ƒuqsù tûïÏ%©#Ïj9 (#rãxÿx. z`ÏB ͑$¨Z9$# ÇËÐÈ  

1.  Penjelasan

            Allah swt. menciptakan langit dan bumi juga segala yang ada di antara keduanya dengan tata aturan yang demikian indah, rapih, dan harmonis. Ini menunjukan bahwa Dia tidak menciptakan segala sesuatu secara sia-sia tanpa arah, fungsi, dan tujuan yang benar.

            Allah menciptakan bumi dengan segala isinya adalah untuk kelangsungan kehidupan manusia. Mulai dari air, ikan di laut, tumbuh-tumbuhan, hewan ternak, minyak bumi, dan barang tambang seperti emas, perak, bijih besi, dan sebagainya. Itu semua merupakan sumber daya alam yang disediakan Allah bagi kelangsungan hidup manusia, baik yang langsung dapat dinikmati ataupun yang memerlukan pengolahan lebih lanjut.

Karena itu, kita diperintahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan alam dan dilarang merusaknya dalam bentuk apapun dan sekecil apapun. Kita harus dapat mengendalikan diri dalam memanfaatkan dan mengeksplorasi kekayaan alam agar keseimbangan ekosistem alam tetap terjaga.

Rasulullah saw. sewaktu mengirim pasukan perang muslim ke medan perang mu’tah, di antara pesan beliau adalah pasukan muslim dilarang menebang pepohonan secara sembarangan untuk strategi perang, apalagi pepohonan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Larangan tersebut dipesankan Rasulullah saw. dalam situasi perang, apalgi dalam keadaan aman dan damai seperti yang kita rasakan sekarang, tentu kita dilarang merusak tumbuh-tumbuhan.

Akhir-akhir ini di negara kita, kerusakan alam akibat tangan manusia semakin mengkhawatirkan. Hampir setiap tahun terjadi kebakaran hutan akibat ulah “tangan-tangan kotor” yang mencari jalan pintas untuk membersihkan hasil panen perkebunan. Penebangan pohon secara liar juga semakin merajalela, akibatnya areal hutan yang gundul semakin meluas setiap tahunnya. Semua ini jelas merusak keseimbangan ekosistem alam. Dan pada gilirannya nanti akan menyebabkan terjadinya bencana alam jika tidak segera ditanggulangi dengan baik.

Oleh karena itu, kita dituntut ikut berperan serta dalam upaya menjaga kelestarian alam. Kita bisa mewujudkannya dari hal-hal yang kecil dalam kehidupan sehari-sehari, di antaranya:

  1. Menanam pepohonan di halaman rumah untuk menciptakan udara yang segar.
  2. Menyiram, memupuk, dan merawat tanaman tersebut agar tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat yang banyak bagi kita. 
  3. Tidak sembarangan mencabut tumbuh-tumbuhan kecil, rumput, ilalang, dan sebagainya  yang kita jumpai di jalan, karena itu dibutuhkan oleh binatang ternak dan binatang lainnya untuk makanan mereka. Dengan begitu kita telah menjaga rantai makanan. Rantai makanan adalah salah satu bagian yang penting dalam menciptakan keseimbangan ekosistem alam.
  4. Menanamkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan melalui berbagai kegiatan, baik di sekolah, maupun di masyarakat. Di sekolah, kita bisa melibatkan OSIS, ROHIS, dan segenap stake holder sekolah untuk menciptakan dan menjaga kelestarian lingkungan di sekolah. Di masyarakat, kita bisa bekerjasama dengan LSM-LSM dan Perhutani untuk membuat kegiatan peduli lingkungan, seperti menanam seribu pohon.

Jadi, memelihara kelestarian lingkungan dan alam akan mendatangkan banyak manfaat bagi kehidupan kita. Sebaliknya, merusak lingkungan dan alam hanya akan mendatangkan malapetaka dan bencana bagi kita.

 

2.   Kesimpulan

  1. Kerusakan alam yang terjadi di darat dan di laut adalah akibat ulah tangan manusia.
  2. Allah memerintahkan kepada kita agar berjalan di muka bumi untuk memperhatikan akibat dan kesudahan orang-orang yang berbuat kedurhakaan dan kerusakan di muka bumi.
  3. Allah swt. menciptakan langit dan bumi juga segala yang ada di antara keduanya dengan tata aturan yang demikian indah, rapih, dan harmonis. Karena itu, kita dilarang berbuat kerusakan di muka bumi.
  4. Setiap pengrusakan yang kita lakukan terhadap lingkungan dan alam, maka akan berdampak buruk bagi kehidupan kita.
  5. Allah telah menganugerahkan nikmat yang sangat banyak di alam ini untuk kelangsungan hidup manusia.

 

Uji Kompetensi

A.  Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberikan tanda silang pada huruf a, b, c, atau d!

1.   Berikut ini adalah perintah Allah pada Surah Ar Rum ayat 42, kecuali….

a. mengadakan perjalanan di muka bumi

b. jalan-jalan ke tempat wisata

c. memperhatikan kesudahan orang-orang dahulu

d. menarik pelajaran berharga dari kisah orang dahulu

2.   ߊ$|¡xÿø9$#arti yang tepat dari lafal di samping adalah ….

a. kelestarian                                       c. ketidakseimbangan

b. kesuburan                                        d. kerusakan

3.   Lafal yang tepat untuk arti “Adakanlah perjalanan di muka bumi” adalah ….

a. ÇÚö‘F{$# ’Îû (#r玍ř                                 c. ߊ$|¡xÿø9$#tygsß

b.  y#ø‹x.(#rãÝàR$$sù                                                 d. ̍óst7ø9$#urÎhŽy9ø9$#’Îû

4. Berdasarkan Surah Al A’raf: 57, salah satu nikmat Allah yang besar yang dikaruniakan untuk manusia adalah ….

a. angin                                                c. hujan

b. tanah                                               d. awan

5.    ÇÚö‘F{$#†Îû(#r߉šøÿè? Ÿwur arti yang tepat dari lafal di samping adalah ….

a. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di darat

b. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di laut

c. Dan janganlah kamu merusak lingkungan

d. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi

6.   Lafal yang tepat untuk arti “Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran” adalah

a. šcr㍞2x‹s?öNä3ª=yès9                            c. ÏM»tƒFy$# ß$ÎhŽ|ÇçR  y7Ï9ºx‹Ÿ2

b. tbráä3ô±o„5Qöqs)Ï9                                     d. ßl̍øƒéUšÏ9ºx‹x.

7.   Berikut ini adalah contoh-contoh perbuatan merusak alam, kecuali ….

a. menangkap ikan di laut dengan pukat harimau

b. berburu binatang yang dilindungi

c. bercocok tanam dengan sistem tumpang sari

d. menebang pepohonan di hutan secara liar

8.   Berikut ini adalah upaya menjaga kelestarian lingkungan dan alam, kecuali

a. membuang sampah sembarangan

b. menanam tanaman di halaman rumah

c. mengadakan kegiatan peduli lingkungan

d. tidak mencabut rerumputan secara sembarangan

9.   #rãxÿx. tûïÏ%©#Ïj9 (×@÷ƒuqsù  arti yang tepat dari lafal di samping adalah ….

a. Maka celakalah orang-orang zalim itu

b. Maka celakalah orang-orang fasik itu

c.  Maka celakalah orang-orang munafik itu

d. Maka celakalah orang-orang kafir itu

10. WxÏÜ»t/ $yJåks]÷t/  $tBur …… uä!$yJ¡¡9$#$uZø)n=yz $tBur   lafal yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah ….

a. ̍óst7ø9$#ur                                              c. ÎhŽy9ø9$#ur

b. uÚö‘F{$#ur                                            d. uä!$yJø9$#ur

 

 

 

  1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!

 

  1. Apa yang dimaksud dengan firman Allah “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu” dalam Surah Ar Rum ayat 42? Jelaskan!
  2. Mengapa kita dilarang merusak lingkungan dan alam? Jelaskan!
  3. Sebutkanlah bentuk nyata dari upaya memelihara dan menjaga kelestarian lingkungan dan alam!
  4. Tulislah dan terjemahkan Surah Ar Rum ayat 41 – 42!
  5. Tulislah dan terjemahkan Surah Al A’raf: 56 – 58!

 

  1. Peserta Aktif

 

Anda tentu selalu berusaha untuk ikut berperan serta dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan alam, baik di rumah, tempat kerja, maupun masyarakat. Tulislah pada kolom di bawah ini wujud nyata peran serta Anda. Perhatikan contoh!

No.

Tempat

Wujud Nyata Menjaga Kelestarian Lingkungan

 

1.

 

Di rumah

Merawat tanaman yang ada di halaman rumah dengan menyiram dan memberi pupuk.

 

2.

 

dst.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: