PKP UT : EXPERIENTIAL LEARNING MATA PELAJARAN MATEMATIKA DAN PKn


UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING PADA MATA
PELAJARAN MATEMATIKA DAN PKn

(LAPORAN PKP)

Oleh

AMINAH
NIM : 814 646 137

UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDKAN
UPBJJ-UT BANDAR LAMPUNG
2009.2

LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul Laporan : UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DAN PKn SD NEGERI 1 PANGGUNG REJO KEC. RAWAJITU UTARA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

2. Identitas Peneliti :

N A M A : A M I N A H
NIM : 814 646 137
PROGRAM STUDI : S-1 PGSD
MASA UJIAN : 2009.2
KELOMPOK BELAJAR : BUMI DIPASENA

3. Lokasi Penelitian :

NAMA SEKOLAH : SD NEGERI 1 PANGGUNG REJO
KELAS : V (LIMA)
MATA PELAJARAN : MATEMATIKA DAN PKn
ALAMAT : Panggung Rejo Kec. Rawajitu Utara
Kab. Mesuji

4. Lama Penelitian : 1 Bulan (3 Siklus Pembelajaran)

Bumi Dipasena, Nopember 2009
Mengetahui Mahasiswa
Supervisor

ERI SETIAWAN, S.Pd.SD A M I N A H
NIP. 19581110198831 002 NIM. 814 646 137

ii
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian Alam, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang setia mengagungkan asma-Nya. Atas Rahmat tersebut kami dapat menyelesaikan penelitian dan laporannya dari awal hingga akhir alhamdulillah berjalan lancar, sesuai dengan yang diharapkan.

Laporan yang amat sederhana ini disusun sebagai tugas akhir perkuliahan Universitas Terbuka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program S-1 PGSD pada mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP).
Dengan selesainya laporan ini, kami menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :
1. Bapak P A D R I, S.Pd.SD. selaku Pengelola S-1 PGSD Kelompok Belajar (Pokjar) Bumi Dipasena yang telah memberikan fasilitas dan kesempatan untuk melaksanakan perkuliahan dan penelitian untuk laporan ini.
2. Bapak Drs. Eri Setiawan, M.Si. selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan pengarahannya sehingga penelitian dan penulisannya ini dapat terselesaikan sesuai dengan targetnya.
3. Bapak Gono, A.Ma.Pd. selaku Kepala SD negeri 1 Panggung Rejo yang telah memberikan ijin dan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan penelitian.
4. Ibu Suprihatin selaku teman sejawat yang dengan setia mendampingi, mengamati dan memberikan masukan-masukan yang amat berarti untuk kelancaran proses penelitian ini.
5. Bapak Ibu guru SD Negeri 1 Panggung Rejo yang telah membantu pelaksanaan observasi dalam penelitian atau perbaikan pembelajaran ini.

iii
5. Rekan-rekan Mahasiswa S-1 PGSD Pokjar Bumi Dipasena sebagai rekan diskusi dalam pelaksanaan pembelajaran dan penyusunan laporan ini.
Kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan baik moril maupun materiil hingga terselesaikannya penyusunan dan penulisan laporan ini, kami tidak bisa memberikan imbalan apa-apa kecuali hanya bisa berdoa semoga akan mendapat imbalan yang setimpal dari Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu kami mengharapkan adanya kritik dan saran dari pembaca dan kami berharap kiranya laporan ini ada manfaatnya, khususnya bagi kami pribadi dan umumnya kepada segenap pembaca sekalian. Amin.

Bumi Dipasena, Nopember 2009

Penulis,

A M I N A H
NIM. 814 646 137

iv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
LEMBAR PENGESAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI v
DAFTAR TABEL vii

BAB I : PENDAHULUN
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Rumusan Masalah 4
C. Tujuan Penelitian 4
D. Manfaat dan Kegunaan Penelitian 4

BAB II : KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Aktivitas 6
B. Pengertian Hasil Belajar 6
C. Pengertian Pembelajaran Experiential Learning 8

BAB III : PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Subjek Penelitian 10
B. Deskripsi Per Siklus 11

v

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian 15
1. Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa 15
2. Peningkatan Hasil Belajas Siswa 16
B. Pembahasan 16
1. Siklus I 16
2. Siklus II 19
3. Siklus III 21

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan 25
B. Saran 26

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

vii
LEMBAR KONSULTASI LAPORAN PKP
1. Judul Laporan : UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DAN PKn SD NEGERI 1 PANGGUNG REJO KEC. RAWAJITU UTARA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

2. Identitas Peneliti :

N A M A : A M I N A H
NIM : 814 646 137
PROGRAM STUDI : S-1 PGSD
MASA UJIAN : 2009.2
KELOMPOK BELAJAR : BUMI DIPASENA

NO HARI /
TANGGAL HAL-HAL YANG DIBICARAKAN PARAF

Bumi Dipasena, Nopember 2009
Pembimbing,

Drs. ERI SETIAWAN, M.Si.
NIP. 1958111019883 1 002

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan variabel yang tidak dapat diabaikan dalam mentransformasikan pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Pendidikan memiliki dua fungsi utama yaitu fungsi konservatif dan fungsi progresif. Fungsi konservatif pendidikan adalah bagaimana untuk mempertahankan dan mewariskan identitas dan cita-cita suatu masyarakat. Sedangkan fungsi progresif pendidikan adalah sebagaimana aktifitas pendidikan adalah yang dapat memberikan pembekalan dan pengembangan pengetahuan serta nilai-nilai keterampilan kepada generasi penerus sehingga memiliki kemampuan dan kesanggupan dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan yang semakin kompleks.

Pendidikan pada hakekatnya adalah proses yang berkaitan dengan upaya untuk mengembangkan potensi pada seseorang yang meliputi tiga aspek kehidupan, yaitu pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan. Dimana ketiganya merupakan kesatuan secara totalitas yang sangat melekat pada diri seseorang. Selain itu dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan ini pemerintah telah banyak melaksanakan usaha – usaha yang positif antara lain: Melaksanakan pembaharuan dalam bidang kurikulum, pengadaan buku – buku pelajaran yang bermutu dan disesuaikan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
1
2
Upaya dalam meningkatkan mutu pembelajaran terutama pada mata pelajaran matematika telah dirasakan oleh semua kalangan, sehingga begitu besar dan kuatnya gaung sugesti matematika di kalangan masyarakat, seolah matematika menjadi tolok ukur keberhasilan seorang siswa di bangku sekolahnya.
Dengan popularitasnya matematika sebagai mata pelajaran andalan di semua jenjang, sudah selayaknya semua komponen pendidikan mengapresiasi dan meresponnya secara positif. Dengan respon positif ini paling tidak akan menjadikan tambahan spirit bagi pengelola pendidikan termasuk guru matematika untuk benar-benar membelajarkan para siswanya secara optimal. Namun keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh pihak guru saja, tapi harus ada kesepahaman antara semua komponen pendidikan, baik orang tua, siswa maupun lingkungan.

Dalam praktek di lapangan ternyata telah terjadi sedikit ketimpangan antara harapan dan kenyataan. Harapan masyarakat yang cenderung menempatkan mata pelajaran matematika ditambah lagi mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai mata pelajaran yang istimewa namun dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, untuk mata pelajaran Matematika dan Pendidikan Kewarganegaraan tersebut justru terbilang sebagai mata pelajaran yang sulit dan rumit bagi anak. Sulit dan rumitnya itu karena banyaknya rumus-rumus dan konsep yang harus dikuasi siswa, demikian juga untuk PKn yang di dalamnya memuat pengetahuan-pengetahuan dan fakta-fakta yang banyak dan harus dihapalkan. Dalam hal ini seolah siswa merasa banyak terbebani dengan dengan berbagai konsep, fakta dan rumus-rumus tersebut, sehingga tidak jarang

3

pembelajaran yang dilakukan guru dalam kelas itu cenderung asal-asalan, karena bagi seorang guru merasa tidak direspon siswa secara baik.
Problema semacam itu sudah umum terjadi, sehingga dalam hal ini guru yang dikatakan sebagai pembimbing dan pendidik dituntut mampu mencari jalan keluar untuk mengangkat dan mengantarkan anak didiknya dari yang tidak suka dengan mata pelajaran menjadi lebih suka, dari yang tidak punya gairah belajar menjadi lebih bergairah. Oleh karena itu seorang guru dituntut bisa menciptakan suasana belajar yang kondusif , menarik dan nyaman. Kalau selama ini mata pelajaran matematika dan PKn dianggap membosankan, guru harus bisa menemukan strategi dan metode pembelajaran yang lebih disenangi siswa.

Di antara sekian banyak strategi dan metode pembelajaran itu guru harus bisa memilih dan menentukannya sesuai dengan karakter materi pembelajaran yang dipelajari. Tidak ada metode atau strategi pembelajaran yang paling baik, dan sebaliknya tidak ada yang paling jelek. Tapi guru harus bisa memilih dan memadukan metode dan strategi pembelajaran itu secara tepat, dan logis.

Berdasarkan uraian diatas penulis dalam penelitian mengambil judul : “Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui Pendekatan Pembelajaran Experiential Learning pada Mata Pelajaran Matematika dan Pendidikan Kewarganegaraan Kelas V SD Negeri 1 Panggungrejo Kecamatan Rawajitu Utara Kabupaten Mesuji Tahun Pelajaran 2009/2010.

4
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
“Bagaimana meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika dan PKn melalui pendekatan pembelajaran Experiential Learning?”.

C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Ingin mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa kelas V Semester I Tahun Pelajaran 2009/2010 pada mata pelajaran Matematika dan PKn di SD Negeri 1 Panggungrejo Kecamatan Rawajitu Utara Kabupaten Tulang Bawang tahun pelajaran 2009/2010.
2. Ingin mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas V Semester I Tahun Pelajaran 2009/2010 pada mata pelajaran Matematika dan PKn di SD Negeri 1 Panggungrejo Kecamatan Rawajitu Utara Kabupaten Tulang Bawang tahun pelajaran 2009/2010.

D. Manfaat Penelitian
Suatu penelitian tentunya diharapkan mempunyai kegunaan atau manfaat bagi berbagai pihak, antara lain:
1. Bagi Guru
Membantu guru dalam usaha menemukan bentuk pembelajaran dan sebagai bahan masukan untuk mengetahui bahwa pendekatan pembelajaran Experiential Learning merupakan salah satu bentuk upaya dalam kegiatan pembelajaran yang memngkinkan dapat menambah atau meningkatkan aktivitas belajar siswa.
5
2. Bagi Lembaga yang Diteliti
Penelitian dapat dijadikan sebagai tolak ukur serta inovasi dalam pengelolaan Pendidikan di sekolah, serta sebagai motivasi untuk kemajuan dan perkembangan pendidikan di sekolah, selain itu juga sebagai suatu usaha dalam rangka mencapai tujuan kurikulum seperti yang telah dirumuskan dalam kurikulum sekolah.
3. Bagi Siswa
Memotivasi siswa yang dimungkinkan dapat mendorong penigkatan aktivitas dan hasil belajar.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Aktivitas Belajar
Pada prinsipnya belajar itu adalah berbuat “Learning by doing” dan memegang peranan penting dalam menunjang prestasi belajar. The Liang Gie (1981 : 6) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan aktivitas belajar adalah segenap rangkaian atau aktivitas belajar yang dilakukan secara sadar oleh seseorang yang mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa perubahan pengetahuan atau kemahiran yang sifatnya sedikit banyak permanen”.

Sardiman (2006 : 100) menyatakan aktivitas belajar dibagi menjadi aktivitas fisik dan aktivitas mental. Aktivitas fisik adalah peserta didik giat aktif dengan anggota badan, membuat sesuatu, bermain atau bekerja, tidak hanya duduk mendengarkan, melihat atau pasif. Peserta didik yang memiliki mental adalah jika daya jiwanya bekerja sebanyak-banyaknya atau berfungsi dalam rangka pembelajaran.

B. Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang telah dicapai seseorang setelah ia mengalami proses belajar, dengan terlebih dahulu mengadakan evaluasi dari proses belajar yang dilakukan atau yang dilaluinya. Penilaian hasil belajar perlu dilakukan oleh guru untuk mengetahui sejauh mana tujuan untuk instruksional yang telah diajarkan dalam kegiatan pembelajaran yang telah dikuasai siswa.
6
7
Hal ini sejalan dengan Syaiful Bahri Djamarah (2002:142) yang menyatakan bahwa : “Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar yaitu : (1) faktor lingkungan : lingkungan alami dan lingkungan budaya; (2) faktor instrumental : kurikulum, program, sarana, fasilitas, dan guru; (3) kondisi fisiologis : kondisi fisiologis, kondisi panca indra; (4) kondisi psikologis : minat, kecerdasan, bakat, motivasi, kemampuan kognitif.
Keberhasilan dalam belajar perlu dinilai, hal ini sesuai dengan pendapat Nana Sudjana dan Hetwijis Vera Visana (2001 : 7) yang menyatakan bahwa : “penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu”.
Suharsini Arikunto (1997:282) ia menyatakan bahwa : “Bagi seorang siswa nilai merupakan cermin dari keberhasilan belajar. Namun bukan hanya siswa sendiri yang memerlukan cermin keberhasilan belajar, guru dan orang lainpun memerlukannya”.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut ditinjau dari sudut peristiwa yang terjadi pada sitem psichophisis seseorang yang melakukan belajar berarti suatu proses bekerjanya sistem urat saraf dimana berbagai perubahan terjadi didalamnya. Ditinjau dari sikap individu dalam menghadapi objek yang dipelajari, belajar dalah suatu kegiatan menyusun dan mengatur lingkungn dengan sebaik-baiknya, sehingga lingkungan tersebut terserap oleh individu yang bersangkutan. Jika ditinjau dari segi kegiatannya, belajar adalah suatu kegiatan untuk memmperoleh kebiasaan-kebiasaan, pegetahuan dan pengembangan tertentu dari sikap-sikap bagi orang yang melakukannya.

8

Dari uraian di atas, belajar mempunyai beberapa pengertian yaitu yang pertama bahwa belajar merupakan perubahan-perubahan dari proses bekerjanya urat syaraf. Kedua belajar mepunyai arti kemampuan menyusun dan mengatur lingkungan dengan sebaik–baiknya dan yang ketiga belajar merupakan suatu proses untuk memperoleh pengertian dan pengembangan sikap. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilaksanakan, dikerjakan), sedang pengertian prestasi belajar dalam pembahasan ini yang penulis maksud adalah hasil diperoleh dari proses belajar dengan nilai tinggi maupun rendah, baik dalam bentuk nilai kualitatif maupun kuantitatif.

Pelajar atau siswa harus mempunyai konsekwensi belajar, menekuni pelajarannya demi tercapainya cita-citanya. Tanpa adanya ketekunan belajar mustahil seorang siswa akan mencapai prestasi yang tinggi. Belajar adalah merupakan pekerjaan yang berat, seorang siswa tidak akan sanggup mengeluarkan tenaga yang berat itu dalam satu hari penuh sekalipun siswa itu mempunyai niatan yang baik, karena pikirannya akan beralih pada satu topik kepada topik yang lain. Oleh karena itu kegiatan belajar bukanlah pekerjaan yang terus menerus, tetapi seorang siswa dapat membagi waktunya pada masa yang pendek dalam kontinuitas belajarnya.

C. Pengertian Pendekatan Pembelajaran Experiential Learning
1. Pengertian Pendekatan
Pendekatan yaitu suatu rangkaian tindakan yang terpola / terorganisir berdasarkan prinsip tertentu (filosofis, psikhologis, didaktis, ekologis) yang terarah secara sistematis pada tujuan yang hendak dicapai (Depdiknas, 2003).
9
2. Experiential Learning
Experiential Learning berarti belajar melalui penghayatan langsung atas pengalaman yang dialami. Walter dan Marks (1981) dalam Wisnubrata (1990) mengemukakan definisi Experiential Learning sebagai berikut : “Experiential Learning merupakan suatu urutan peristiwa satu atau lebih tujuan belajar yang ditetapkan, yang mensyaratkan keterlibatan siswa secara aktif pada salah satu hal yang dipelajari dalam urutan itu. Pelajaran disajikan, diilustrasikan, disoroti dan didukung melalui keterlibatan siswa. Prinsip utama experiential learning adalah seseorang belajar paling baik apabila ia melakukannya.
Dengan demikian ciri experiential learning adalah :
1. Keterlibatan siswa di mana mereka aktif melakukan sesuatu;
2. Terjadi relevansi terhadap topik pada experiential;
3. Tangung jawab siswa harus dingatkan;
4. Penggunaan expereiential learning bersifat luwes, baik settingnya, siswa maupun tipe pengalaman belajarnya.
Adapun dalam pelaksanaannya experiential learning meliputi 5 tahapan, yaitu tahap pengantar, tahap kegiatan, tahap debriefing, tahap rangkuman, dan tahap evaluasi. Salah satu perubahan yang paling sederhana dan paling jelas dalam experiential learning adalah melalui umpan balik (feedback).

BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Subjek Penelitian

2. Lokasi Penelitian
Penelitian sebagai perbaikan pembelajaran ini dilaksanakan di kelas V semester satu SD Negeri 1 Panggungrejo Kecamatan Rawajitu Utara Kabupaten Tulang Bawang Lampung.
3. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih satu bulan yaitu mulai tanggal 01 Oktober sampai dengan 31 Oktober 2009, dengan 6 jam pelajaran (3 kali pertemuan) untuk masing-masing pelajaran. Siswa yang menjadi subjek penelitian ini berjumlah 35 orang siswa, yang terdiri dari 19 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Penelitian ini dilaksanakan oleh peneliti (guru bidang study), seorang obsever, dan kepala Sekolah sebagai penanggung jawab. Sebagai gambaran kongkret jadwal penelitian ini adalah :

Tanggal 07 Oktober 2009 untuk mata pelajaran Matematika siklus I
Tanggal 14 Oktober 2009 untuk mata pelajaran Matematika siklus II
Tanggal 21 Oktober 2009 untuk mata pelajaran Matematika siklus III

Tanggal 09 Oktober 2009 untuk mata pelajaran PKn siklus I
Tanggal 16 Oktober 2009 untuk mata pelajaran PKn siklus II
Tanggal 23 Oktober 2009 untuk mata pelajaran PKn siklus III
10
11
4. Mata Pelajaran
Adapun mata pelajaran yang di teliti adalah Matematika dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
5. Kelas
Kelas yang dijadikan tempat penelitian ini adalah Kelas V SD Negeri 1 Panggungrejo Kecamatan Rawajitu Utara KabupatenTulang Bawang.
6. Karakteristik Siswa
Secara umum keberadaan siswa kelas V SD Negeri 1 Panggungrejo tergolong anak yang biasa-biasa, baik ditinjau dari segi kecerdasan (intellegensia) maupun kepribadian dan moralitasnya. Namun dari segi latar belakang keluarganya, mereka cukup beragam. Secara ekonomi keluarga mereka cukup beragam, mulai dari ekonomi klas rendah (yang mayoritas), ekonomi menengah, dan ekonomi klas tinggi (walaupun tidak terlalu banyak namun juga ada beberapa anak yang berasal dari keluarga mampu). Demikian juga latar belakang pendidikan keluarga (orang tua murid) amat beragam, mulai dari SD sampai SLTA.

B. Deskripsi Per Siklus
Adapun pelaksanaan penelitian ini melalui langkah siklus sebanyak tiga siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu : Perncanaan (planning), Pelaksanaan (acting), Pengamatan (observing) dan Refleksi (reflecting) (Suharsini Arikunto, 2006).

12
1. Perencanaan
a. Menyusun jadwal mengajar
b. Membuat perangkat pembelajaran
c. Menyusun skenario pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan
d. Mempersiapkan media pembelajaran yang akan dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran
e. Mempersiapkan lembar observasi dan catatan lapangan
2. Pelaksanaan
Tahap ini merupakan pelaksanaan dari tahap perencanaan, yang meliputi :
a. Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang dicapai dan membagi kelompok belajar;
b. Guru memotivasi siswa agar belajar bersama dalam kelompok dan bertanggung jawab pada kelompoknya;
c. Guru menyampaikan materi yang telah ditentukan dan mengefektifkan diskusi kelompok, serta bertanya jawab;
d. Guru bersama teman sejawat mengamati proses kegiatan diskusi kelompok yang sedang berlangsung dan guru memberikan bimbingan pada siswa;
e. Setiap kelompok menulis hasil kerja kelompoknya di papan tulis, diwakili oleh salah satu siswa dari kelompoknya dan memberikan kesempatan pada kelompok lain untuk menanggapinya;
f. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi;
g. Guru memberikan tes tertulis secara individu di akhir siklus;
13
h. Siswa yang mendapat nilai kurang dari 65 dan rata-rata nilai yang kurang dari ketentuan minimal, maka dilakukan perbaikan.
3. Pengamatan/Pengumpulan Data
Dalam pengamatan penelitian tindakan kelas ini peneliti bekerja sama dengan guru (teman sejawat) yaitu seorang guru dari SD Negeri 1 Panggungrejo Kecamatan Rawajitu Utara, yang bertugas mengamati selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Hasil pengamatan ini dituangkan dalam catatan lapangan yang telah dipersiapkan.
1) Lembar Pengamatan 1 adalah data skunder (data yang berasal dari selain subjek) yang digunakan untuk menilai kinerja guru dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.
2) Lembar pengamatan 2 adalah data skunder (data yang berasal dari selain subjek) yang digunakan untuk menilai kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran.
3) Lembar Pengamatan 3 adalah data primer yang digunakan untuk menilai aktivitas belajar siswa pada setiap siklus.

4. Refleksi
Refleksi ini merupakan kegiatan dalam menganalisis, memahami dan membuat kesimpulam berdasarkan hasil pengamatan dan catatan lapangan. Refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil tes dan observasi, serta menentukan perkembangan kemajuan dan kelemahan yang terjadi, sebagai dasar perbaikan pada siklus berikutnya.

14
Pada siklus II, pelaksaannya berdasarkan refleksi dari siklus I dan pelaksanaannya pun sama, yaitu terdiri dari empat tahap pelaksanaan : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Namun dalam proses kegiatan pembelajaran siklus II ini telah banyak ditemukan kelemahan-kelemahan apada siklus I dan di sini diadalan perbaikan.
Pada siklus III, pelaksaannya berdasarkan refleksi dari siklus II dan pelaksanaannya pun sama, yaitu terdiri dari empat tahap pelaksanaan : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Namun dalam proses kegiatan pembelajaran siklus III ini telah banyak dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan pada siklus II. Jadi pada silkus ini merupakan siklus pamungkas dalam perbaikan.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian
1. Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa
Peningkatan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran matematika dan PKn dengan melalui pendekatan pembelajaran experiential learning pada siswa kelas V semester I SD Negeri 1 Panggungrejo Kecamatan Rawajitu Utara yang berjumlah 35 siswa, selalu diamati di setiap pertemuan pada masing-masing siklus. Secara lengkap data aktivitas belajar siswa dari siklus I sampai III adalah :
Tabel 1 : Prosentase Aktivitas Siswa pada Mata Pelajaran Matematika
Siklus Pertemuan ke Jumlah Siswa yang aktif Prosentase Siswa yang aktif
I 1 11 31%
II 2 23 66%
III 3 31 89%

Tabel 2 : Prosentase Aktivitas Siswa pada Mata Pelajaran PKn
Siklus Pertemuan ke Jumlah Siswa yang aktif Prosentase Siswa yang aktif
I 1 12 34%
II 2 25 71%
III 3 32 91%

15
16
2. Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika dan PKn dengan melalui pendekatan pembelajaran experiential learning pada siswa kelas V semester I SD Negeri 1 Panggungrejo dapat dilihat dari hasil ulangan yang dilaksanakan dalam pembelajaran pada siklus I sampai siklus III dapat disajikan pada tabel berikut ini :
Tabel 3 : Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika
Siklus Jumlah Nilai 65
Jumlah Nilai Rata-rata
Jumlah Siswa Prosentase
I 35 11 31,42 % 1700 48,57
II 35 21 60% 2230 63,71
III 35 30 85,71% 2480 70,85

Tabel 4 : Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PKn
Siklus Jumlah Nilai 65
Jumlah Nilai Rata-rata
Jumlah Siswa Prosentase
I 35 12 34,28% 1720 49,14
II 35 24 68,57% 2300 65,71
III 35 31 88,57% 2510 71,71

B. Pembahasan
1. Siklus I
Pelaksanaan siklus I mata pelajaran matematika dimulai hari Rabu tanggal 07 Oktober 2009 diikuti oleh 35 siswa kelas V yang terdiri dari 19 laki-laki dan 16 anak perempuan. Pertemuan ini berlangsung selama 2 x 35 menit.

17
Mengawali pertemuan ini guru melakukan apersepsi yaitu dengan mengadakan tes awal yang tujuannya untuk menentukan kelompok belajarnya. Dengan terbentuknya kelompok di kelas, guru memotivasi siswa dengan bercerita dan dilanjutkan dengan belajar berkelompok dan diskusi kelas membahas soal-soal yang ada di LKS. Kemudian guru bersama siswa menyimpulkan materi. Pada akhir proses pembelajaran guru mengadakan evaluasi untuk melihat keberhasilan pada siklus I ini.

Sedangkan untuk mata pelajaran PKn siklus I dimulai hari Jumat tanggal 09 Oktober 2009. Mengawali pertemuan guru melakukan apersepsi dengan bertanya jawab tentang desa tempat tinggal masing-masing. Jika beberapa desa digabung membentuk pemerintah di atas desa yaitu kecamatan. Kemudian dilanjut dengan diskusi kelompok untuk berdiskusi dan mengerjakan soal-soal yang ada di LKS. Mengakhiri pertemuan guru mengadakan evaluasi, yaitu untuk mengetahuitingkat keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
a. Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Setiap pertemuan siklus I, selalu dilakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam proses pembelajaran oleh seorang pengamat yaitu teman sejawat. Pada siklus I ini aktivitas siswa dalam belajar tercatat 31 % untuk mata pelajaran matematika, dan 34 % pada mata pelajaran PKn. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa masih sangat rendah.
b. Hasil Belajar Siswa
Data dari tes akhir pada siklus I menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai 65 ke atas pada mata pelajaran matematika sebanyak 11 siswa atau
18
31,34 %. Sedangkan untuk mata pelajaran PKn sebanyak 12 anak atau 34,28 %. Ini berarti kriteria berarti pada siklus I ini baik mata pelajaran matematika maupun PKn keduanya belum memenuhi target bahkan masih jauh dari yang diharapkan, yaitu siswa yang mendapat nilai 65 keatas sebesar 85 % atau lebih.
c. Refleksi
Pada akhir siklus I diperoleh hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan guru teman sejawat terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dari keseluruhan yang diamati yaitu :
1) Guru belum optimal dalam memotivasi siswa untuk belajar;
2) Guru kurang tegas dalam pembagian kelompok belajar;
3) Guru kurang memperhatikan pemahaman pada siswa tentang pentingnya kerja sama dalam kelompok untukmenyelesaikan suatu masalah.
Pembelajaran yang kurang memuaskan hasilnya itu juga disebabkan oleh siswa itu sendiri, yaitu :
1) Sebagian siswa belum memahami hakikat dari pembelajaran yang diikuti;
2) Dalam kegiatan pembelajaran, siswa banyak yang ribut dan tidak memperhatikan penjelasan guru;
3) Siswa kurang aktif dalam diskusi kelompok, tanya jawab, maupun kegiatan lain yang seharusnya dilakukan siswa.

19
Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yakni pada siklus II.

2. Siklus II
Pelaksanaan siklus II mata pelajaran matematika dimulai hari Rabu tanggal 14 Oktober 2009 diikuti oleh 35 siswa kelas V yang terdiri dari 19 laki-laki dan 16 anak perempuan. Pertemuan ini berlangsung selama 2 x 35 menit. Mengawali pertemuan ini guru melakukan apersepsi yaitu dengan mengadakan tes awal yang tujuannya untuk menentukan kelompok belajarnya dan menginformasikan hasil tes pada pertemuan minggu lalu, serta menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Dengan terbentuknya kelompok yang dibentuk pada minggu yang lalu guru mencoba mengoptimalkan untuk menggali pengalamannya tentang kelipatan suatu bilangan. Guru memotivasi siswa dengan bercerita tentang sapi perempuan jumlahnya 5, lalu sapi itu beranak semua, berapa sekarang jumlah sapi tersebut ? itulah kelipatan. Lalu dilanjutkan dengan belajar berkelompok dan diskusi kelas membahas soal-soal yang ada di LKS. Kemudian guru bersama siswa menyimpulkan materi. Pada akhir proses pembelajaran guru mengadakan evaluasi untuk melihat keberhasilan pada siklus II ini.

Sedangkan untuk mata pelajaran PKn siklus II dilaksanakan hari Jumat tanggal 16 Oktober 2009. Mengawali pertemuan guru melakukan apersepsi dengan bertanya jawab tentang desa tempat tinggal masing-masing. Jika beberapa desa digabung membentuk pemerintah di atas desa yaitu kecamatan. Wilayah Kecamatan juga ada yang memimpin yaitu Camat.
20
Dalam menyelenggarakan tugasnya camat dibantu oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) dan perangkat lainnya. Kemudian dilanjut dengan diskusi kelompok untuk bertanya jawab dan mengerjakan soal-soal yang ada di LKS. Mengakhiri pertemuan guru mengadakan evaluasi, yaitu untuk mengetahuitingkat keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
a. Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Berdasarkan komentar guru teman sejawat yang mendampingi bahwa pada siklus II ini sudah ada peningkatan yang cukup baik. Pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam proses pembelajaran oleh teman sejawat dapat dijadikan pertimbangan dalam merefleksi diri. Pada siklus II ini aktivitas siswa dalam belajar tercatat 66 % untuk mata pelajaran matematika, dan 71 % pada mata pelajaran PKn. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa sudah ada kemajuan dan memperoleh hasil yang cukup signifikan, walaupun belum klimaks..
d. Hasil Belajar Siswa
Data dari tes akhir pada siklus II menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai 65 ke atas pada mata pelajaran matematika sebanyak 21 siswa atau 60 %. Sedangkan untuk mata pelajaran PKn sebanyak 24 anak atau 68,57 %. Ini berarti kriteria pada siklus II ini baik mata pelajaran matematika maupun PKn keduanya sudah banyak mengalami kemajuan dan hampir memenuhi target walaupun masih jauh dari yang diharapkan, yaitu siswa yang mendapat nilai 65 keatas sebesar 85 % atau lebih.

21
e. Refleksi
Pada akhir siklus II diperoleh hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan guru teman sejawat terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dari keseluruhan yang diamati yaitu :
1) Guru belum optimal dalam memotivasi siswa untuk belajar;
2) Guru kurang tegas dalam pembagian kelompok belajar;
3) Guru kurang memperhatikan pemahaman pada siswa tentang pentingnya kerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan suatu masalah.
Pembelajaran yang kurang memuaskan hasilnya itu juga disebabkan oleh siswa itu sendiri, yaitu :
1) Sebagian siswa belum memahami hakikat dan strategi dari pembelajaran yang diikuti;
2) Dalam kegiatan pembelajaran, siswa banyak yang ribut dan tidak memperhatikan penjelasan guru;
3) Siswa kurang aktif dalam diskusi kelompok, tanya jawab, maupun kegiatan lain yang seharusnya dilakukan siswa.
Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan lagi yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yakni pada siklus III.
3. Siklus III
Pelaksanaan siklus III mata pelajaran matematika dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 21 Oktober 2009 diikuti oleh 35 siswa kelas V yang terdiri dari 19 laki-laki dan 16 anak perempuan.
22
Pertemuan ini berlangsung selama 2 x 35 menit. Mengawali pertemuan ini guru melakukan apersepsi yaitu dengan mengadakan tes awal dan menginformasikan hasil tes pada pertemuan minggu lalu, serta menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Dengan terbentuknya kelompok yang sudah dibentuk pada minggu yang lalu guru mencoba mengoptimalkan untuk menggali pengalamannya tentang kelipatan suatu bilangan. Guru memotivasi siswa dengan bercerita tentang sapi perempuan jumlahnya 5, lalu sapi itu beranak semua, berapa sekarang jumlah sapi tersebut ? itulah kelipatan. Dibantu dengan alat peraga dari batu atau lidi salah satu anak diminta menjajarnya diatas meja kemudian masing-masing diberi tambahan satu sebagai kelipatannya. Lalu dilanjutkan dengan belajar berkelompok dan diskusi kelas membahas soal-soal yang ada di LKS. Kemudian guru bersama siswa menyimpulkan materi. Pada akhir proses pembelajaran guru mengadakan evaluasi untuk melihat keberhasilan pada siklus III ini.

Sedangkan untuk mata pelajaran PKn siklus III dilaksanakan hari Jumat tanggal 23 Oktober 2009. Mengawali pertemuan guru melakukan apersepsi dengan bertanya jawab tentang desa tempat tinggal masing-masing. Jika beberapa desa digabung membentuk pemerintah di atas desa yaitu kecamatan. Wilayah Kecamatan juga ada yang memimpin yaitu Camat. Dalam menyelenggarakan tugasnya camat dibantu oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) dan perangkat lainnya. Kemudian dilanjut dengan diskusi kelompok untuk bertanya jawab dan mengerjakan soal-soal yang ada di LKS.

23
Mengakhiri pertemuan guru mengadakan evaluasi, yaitu untuk mengetahuitingkat keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
a. Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Berdasarkan komentar guru teman sejawat yang mendampingi bahwa pada siklus III ini sudah ada peningkatan yang cukup baik. Pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam proses pembelajaran oleh teman sejawat dapat dijadikan pertimbangan dalam merefleksi diri. Pada siklus III ini aktivitas siswa dalam belajar tercatat 89 % untuk mata pelajaran matematika, dan 91 % pada mata pelajaran PKn. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa sudah ada kemajuan dan memperoleh hasil yang cukup signifikan, yaitu telah tuntas mencapai target yang ditentukan.
f. Hasil Belajar Siswa
Data dari tes akhir pada siklus III menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai 65 ke atas pada mata pelajaran matematika sebanyak 30 siswa atau 85,71 %. Sedangkan untuk mata pelajaran PKn sebanyak 31 anak atau 88,57 %. Ini berarti kriteria pada siklus III ini baik mata pelajaran matematika maupun PKn keduanya sudah banyak mengalami kemajuan dan sudah memenuhi target yang diharapkan, yaitu siswa yang mendapat nilai 65 keatas sebesar 85 % atau lebih, dan hasil yang diperolehnya telah melampauinya.
g. Refleksi
Pada akhir siklus III diperoleh hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan guru teman sejawat terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
24
Pengelolaan pembelajaran matematika dan PKn dengan pendekatan pembelajaran experiential learning pada siklus III sudah lebih baik dari siklus II, dan terjadi peningkatan hasil belajar siswa yakni sudah memenuhi apa yang diharapkan, karena terbukti hasil yang dicapai siswa pada mata pelajaran matematika dengan nilai lebih dari 65 sebanyak 30 siswa dari jumlah siswa keseluruhan yaitu 35 anak atau mencapai 85,71 %. Sedangkan mata pelajaran PKn sebanyak 31 anak dari jumlah keseluruhan 35 anak atau sebesar 88,57 %.
Hal ini menunjukkan bahwa peranan guru dalam proses pembelajaran bukan hanya sebagai pengajar, tetapi lebih ditekankan sebagai fasilitator. Guru memfasilitasi siswa untuk berhasil dengan memberikan motivasi, dorongan dan pendampig dalam kegiatan pembelajaran.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dan pembahasannya dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan melalui pendekatan pembelajaran experiential learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa jika siswa benar-benar termotivasi untuk meraih prestasi, peranan guru menjadi sangat penting sebagai motivator dan fasilitator.
Hal ini ditunjukkan oleh hasil observasi aktivitas dan hasil belajar siswa pada penelitian tindakan kelas ini, yaitu :
Tabel 5 : Prosentase Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika
Siklus Prosentase
Aktivitas Prosentase Siswa yang nilainya 65
Hasil Belajar Siswa
Jumlah Nilai Rata-rata
I 31 % 31,42 % 1700 48,57
II 66 % 60 % 2230 63,71
III 89 % 85,71 % 2480 70,85

Tabel 6 : Prosentase Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran PKn
Siklus Prosentase
Aktivitas Prosentase Siswa yang nilainya 65
Hasil Belajar Siswa
Jumlah Nilai Rata-rata
I 34 % 34,28 % 1720 49,14
II 71 % 68,57 % 2300 65,71
III 91 % 88,57 % 2510 71,71

25
26
Tabel 7 : Peningkatan Prosentase Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika
Siklus Peningkatan Aktiv-itas Siswa (%) Peningkatan Nilai Siswa 65 (%)
Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Siklus I ke Siklus II 35 % 28,58 % 15,14
Siklus II ke Siklus III 23 % 25,71 % 7,14

Tabel 8 : Peningkatan Prosentase Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PKn
Siklus Peningkatan Aktiv-itas Siswa (%) Peningkatan Nilai Siswa 65 (%)
Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Siklus I ke Siklus II 37 % 34,29 % 16,57
Siklus II ke Siklus III 20 % 20 % 6

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa aktivitas dan hasil belajar meningkat

B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka disarankan bahwa dengan menggunakan pendekatan pebelajaran experiential learning dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah guna meningkatkan hasil belajar siswa. Serta hendaknya guru selalu dapat mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dan kreatif yang banyak melibatkan siswa sebagai upaya pengekspresian dari diri siswa. Dan seyoyanya guru lebih dapat mamainkan peran guru sebagai motivator dan fasilitator.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto Suharsini, Penelitian Tindakan Kelas, PT Bumi Aksara, Jakarta

Bahri Djamhari Syaiful, 2002, Psikologi Belajar, PT Asdi Mahasatya, Jakarta

Dimyati dan Mudjiono, 2006, Belajar dan Pembelajaran, PT Rineka Cipta, Jaklarta

Hamalik Oemar, 1990, Metode Belajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar, Tarsito Bandung

Mikarsa Hera Lestari, dkk., 2007, Pendidikan Anak di SD, Universitas Terbuka

Slameto, 1995, Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi, PT Rineka Cipta, Jakarta

Sardiman, Am, 2006, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Rajawali, Jakarta

Sugiono, 2005, Memahami Penelitian Kualitatif, Alfa Beta, Bandung

Sudjana, 2008, Peningkatan Kualitas Pembelajaran Soal Cerita Matematika SD Melalui Penggunaan Bahan Manipulatif, WWW. Jardiknas. Co.id

Prayoga Bestari dan Ati Sumiati, 2008, Pendidikan Kewrganegaraan SD Kelas IV; Menjadi Warga Negara yang Baik, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta

Supardjo, 2004, Matematika SD dan MI untuk kelas IV, PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

The Liang Gie, 1981, Proses Belajar Mengajar, Tarsito Bandung

Wilis Dahar Ratna, 1989, Teori-teori Belajar, PT Gelora Aksara Pratama

Winataputra Udin S., 2005, Strategi Belajar Mengajar, Universitas Terbuka

Lampiran 1 :

DAFTAR NILAI HASIL ULANGAN HARIAN KELAS V
MATA PELAJARAN MATEMATIKA

NO. NAMA SISWA SIKLUS
I II III
1 Siti Nurhasanah 66 75 80
2 Agus Saputra 35 47 51
3 Ayu Anggraini 33 44 50
4 Ayu Azhari 61 79 86
5 Darwin 61 78 81
6 Dewi Ambarwati 34 50 65
7 Eko Maryadi 34 66 71
8 Jamba Ria 41 63 70
9 Jepri 41 67 72
10 Lailatul Hikmah 56 66 70
11 Muhamad Wahyudi 66 75 82
12 Muhamad Muslim Al Arif 40 55 65
13 Nurkholis 61 70 81
14 Nurhayati 40 55 66
15 Febrian Wahyu Saputra 41 58 65
16 Roby Sugara 66 79 88
17 Ralin 62 75 80
18 Siti Fadilah 50 61 70
19 Siti Fatimah 45 60 70
20 Siti Aisah 33 44 50
21 Susi Nurjanah 45 58 65
22 Wandi Saputra 50 68 70
23 Endang Agustina 62 76 8l
24 Riska 65 73 81
25 Shinta Pronika 35 46 50
26 Ulfa Solihatun 46 66 72
27 Dedi Prayogi 62 78 83
28 Indra Gandi 62 76 80
29 Naimah 46 67 71
30 Delta 44 58 66
31 Monika 40 56 66
32 Rani 44 66 65
33 Keken 42 58 65
34 Edi Randa 35 49 55
35 Sandi 46 58 65
JUMLAH 1700 2230 2480
RATA-RATA 48,57 63,71 70,85

Lampiran 2 :

DAFTAR NILAI HASIL ULANGAN HARIAN KELAS V
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

NO. NAMA SISWA SIKLUS
I II III
1 Siti Nurhasanah 62 79 88
2 Agus Saputra 41 66 73
3 Ayu Anggraini 35 48 52
4 Ayu Azhari 62 78 86
5 Darwin 60 77 88
6 Dewi Ambarwati 42 60 72
7 Eko Maryadi 41 57 62
8 Jamba Ria 40 58 66
9 Jepri 36 44 51
10 Lailatul Hikmah 51 68 75
11 Muhamad Wahyudi 62 76 86
12 Muhamad Muslim Al Arif 41 57 65
13 Nurkholis 60 78 88
14 Nurhayati 40 54 65
15 Febrian Wahyu Saputra 50 65 70
16 Roby Sugara 65 79 90
17 Ralin 60 79 91
18 Siti Fadilah 60 78 87
19 Siti Fatimah 50 67 73
20 Siti Aisah 38 42 50
21 Susi Nurjanah 44 68 75
22 Wandi Saputra 40 66 74
23 Endang Agustina 62 77 80
24 Riska 61 78 89
25 Shinta Pronika 40 60 70
26 Ulfa Solihatun 41 56 66
27 Dedi Prayogi 61 75 80
28 Indra Gandi 60 74 84
29 Naimah 42 66 77
30 Delta 60 75 75
31 Monika 40 51 52
32 Rani 40 58 65
33 Keken 50 60 66
34 Edi Randa 40 58 65
35 Sandi 42 68 70
JUMLAH 1720 2300 2510
RATA-RATA 49,14 65,71 71,71

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: