PKP UT : MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PRESTASI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PROSES PADA MATA PELAJARAN IPA DAN IPS


UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PRESTASI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PROSES
PADA MATA PELAJARAN IPA DAN IPS

(Laporan)

Oleh

AMIN SRITEGUH WAHYUNI
NIM : 814 745 829

UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDKAN
UPBJJ-UT BANDAR LAMPUNG
2009.2

LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul Laporan : UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PROSES PADA MATA PELAJARAN IPA DAN IPS DI SD NEGERI 1 MEDASARI KEC. RAWAJITU SELATAN TAHUN PELAJARAN 2009/2010

2. Identitas Peneliti :

N A M A : AMIN SRITEGUH WAHYUNI
NIM : 814 745 829
PROGRAM STUDI : S-1 PGSD
MASA UJIAN : 2009.2
KELOMPOK BELAJAR : BUMI DIPASENA

3. Lokasi Penelitian :

NAMA SEKOLAH : SD NEGERI 1 MEDASARI
KELAS : IV (EMPAT)
MATA PELAJARAN : IPA DAN IPS
ALAMAT : Medasari Kec. Rawajitu Selatan
Kab. Tulang Bawang

4. Lama Penelitian : 1 Bulan (3 Siklus Pembelajaran)

Bumi Dipasena, Nopember 2009
Mengetahui Mahasiswa
Supervisor

RODIANTO, S.Pd. M.Pd. AMIN SRITEGUH WAHYUNI
NIP. 19730515199903 1 004 NIM. 814 745 829

ii

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Tuhan Seru sekalian Alam, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang setia mengagungkan asma-Nya. Atas Rahmat tersebut kami dapat menyelesaikan penelitian dan laporannya dari awal hingga akhir alhamdulillah berjalan lancar, sesuai dengan yang diharapkan.

Laporan yang amat sederhana ini disusun sebagai tugas akhir perkuliahan Universitas Terbuka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program S-1 PGSD pada mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP).
Dengan selesainya laporan ini, kami menyampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :
1. Bapak P A D R I, S.Pd.SD. selaku Pengelola S-1 PGSD Kelompok Belajar (Pokjar) Bumi Dipasena yang telah memberikan fasilitas dan kesempatan untuk melaksanakan perkuliahan dan penelitian untuk laporan ini.
2. Bapak Suharto, selaku Kepala SD negeri 1 Medasari yang telah memberikan ijin dan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan penelitian.
3. Ibu Rukiyati selaku teman sejawat yang dengan setia mendampingi, mengamati dan memberikan masukan-masukan yang amat berarti untuk kelancaran proses penelitian ini.
4. Bapak Ibu guru SD Negeri 1 Medasri yang telah membantu pelaksanaan observasi dalam perbaikan pembelajaran ini.
5. Rekan-rekan Mahasiswa S-1 PGSD Pokjar Bumi Dipasena sebagai rekan diskusi dalam pelaksanaan pembelajaran dan penyusunan laporan ini.

iii
Kepada semua pihak (tidak dapat kami sebutkan satu persatu) yang memberikan bantuan baik moril naupun materiil hingga terselesaikannya penyusunan dan penulisan laporan ini, kami tidak bisa memberikan apa-apa kecuali hanya bisa berdoa semoga akan mendapat imbalan yang setimpal dari Allah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu kami mengharapkan adanya kritik dan saran dari pembaca dan kami berharap kiranya laporan ini ada manfaatnya, khususnya bagi kami pribadi dan umumnya kepada segenap pembaca sekalian. Amin.

Bumi Depasena, Nopember 2009

Penulis,

AMIN SRITEGUH WAHYUNI
NIM. 814 745 829

iv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
LEMBAR PENGESAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI v
DAFTAR TABEL vii

BAB I : PENDAHULUN
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Rumusan Masalah 3
C. Tujuan Penelitian 4
D. Manfaat dan Kegunaan Penelitian 4

BAB II : KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Kreativitas 5
B. Pengertian Prestasi /Hasil Belajar 5
C. Pengertian Pembelajaran Keterampilan Proses 8

BAB III : PELAKSANAAN PENELITIAN
A. Subjek Penelitian 10
B. Deskripsi Per Siklus 11

v

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian 15
1. Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa 15
2. Peningkatan Hasil Belajar Siswa 16
B. Pembahasan 16
1. Siklus I 16
2. Siklus II 19
3. Siklus III 22

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan 25
B. Saran 26

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

vi

LEMBAR KONSULTASI LAPORAN PKP
1. Judul Laporan : UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PROSES PADA MATA PELAJARAN IPA DAN IPS DI SD NEGERI 1 MEDASARI KEC. RAWAJITU SELATAN TAHUN PELAJARAN 2009/2010

2. Identitas Peneliti :

N A M A : AMIN SRITEGUH WAHYUNI
NIM : 814 745 829
PROGRAM STUDI : S-1 PGSD
MASA UJIAN : 2009.2
KELOMPOK BELAJAR : BUMI DIPASENA

NO HARI /
TANGGAL HAL-HAL YANG DIBICARAKAN PARAF

Bumi Dipasena, Oktober 2009
Pembimbing,

RODIANTO, S.Pd. M.Pd.
NIP. 19730515199903 1 004
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Menyikapi kondisi yang semakin kompleks seperti sekarang ini, guru dituntut mampu membekali para siswa berbagai keterampilan yang dipandang urgent dalam kehidupan. Hal yang paling utama dipersiapkan adalah adanya keterampilan bernalar dan bersikap menempatkan sesuatu yang tepat pada tempatnya. Maka dalam hal ini guru lah yang dipandang paling berperan untuk mengarahkan siswanya pada tataran persiapan menyongsong kehidupan sebenarnya kelak. Kegagalan guru dalam mengarahkan dan mengembangkan ilmu dan keterampilannya di sekolah akan mengakibatkan hancurnya masa depan anak-anak dewasa kelak.

Kegagalan dan merosotnya penghayatan masyarakat terhadap nilai-nilai sosial dan etike, kenakalan remaja dan sebagainya yang terjadi selama ini sering dianggap sebagai miseducation (salah asuhan) dan faktor penentu yang diharapkan mampu memperbaikinya adalah guru. Oleh sebab itu salah satu upaya untuk mengantisipasi kemerosotan nilai-nilai sosial dan etike di tengah masyarakat terutama di kalangan generasi muda adalah dengan cara membenahi proses pendidikan. Di sinilah relevansinya untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan pendidikan secara terpadu dan simultan, baik secara formal, non-formal, maupun in-formal.
Salah satu komponen pembelajaran yang perlu terus dikembangkan dan ditingkatkan kemampuannya adalah komponen guru, dalam hal ini adalah
1
2
kompetensinya. Komponen guru merupakan salah satu komponen terpenting dalam pendidikan nilai, karena posisinya sebagai sumber belajar dan sumber identifikasi nilai moral dan sumber keteladanan bagi peserta didik. Keberadaan guru adalah sangat penting dan tidak bisa digantikan oleh sumber-sumber lain, karena peran guru tidak hanya semata-mata sebagai transfer of knowledge saja, tetapi guru masih berperan sangat penting dan dominan, sehingga apabila guru tidak berkompeten terutama dalam pembentukan kepribadian pada siswa, maka tidak akan menghasilkan apa-apa. Peran guru yang sebenarnya adalah sebagai fasilitator, namun yang perlu mendapat penekanan itu adalah kemampuan guru mensupport para siswanya untuk mampu mengembangkan kreativitasnya dan membangun sendiri pengetahuan yang datang dari luar, sehingga terbangunlah pengetahuan dan keterampilan mengkonstruksi kognitif yang ada terhadap objek, pengalaman, maupun lingkungan.

Menurut pendapat paham konstruktivisme bahwa pengetahuan itu merupakan konstruksi dari kita yang sedang belajar. Sebagai guru yang merupakan jabatan fungsional di bidang pendidikan dengan sendirinya juga dituntut dalam keahlian, pengetahuan dan keterampilan tertentu atau yang disebut sebagai sebuah kompetensi guru. Secara minimal guru memiliki kompetensi kepribadian (personal) dan kompetensi kemasyarakatan (sosial).
Guru bukan hanya bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri tetapi lebih dari itu yaitu tanggung jawab kepada masyarakat luas, bukan bertanggungjawab untuk satu generasi melainkan sampai ke generasi selanjutnya.Untuk menimbuhkan sikap aktif, kreatif, inovatif dari siswa tidaklah mudah. Fakta yang terjadi adalah guru dianggap sebagai sumber belajar yang paling benar.
3
Di sisi lain rendahnya kreatifitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA merupakan salah satu indikasi bahwa pembelajaran yang dilakukan guru perlu untuk dicermati lebih serius lagi. Hal yang lazim dijumpai dalam suatu pembelajaran yang mengakibatkan rendahnya prestasi siswa di antaranya : (1) kegiatan pembelajaran masih banyak didominasi oleh guru; (2) rendahnya semangat belajar siswa; (3) banyaknya siswa yang tidak berani bertanya atau mengemukakan pendapat; (4) metode pembelajaran yang digunakan kurang bervariatif (monoton); (5) media pembelajaran yang terbatas; (6) Tidak berorientasi pada kebutuhan masyarakat setempat.

Salah satu bentuk kepedulian dan sebagai kontribusi pemikiran yang dapat dijadikan acuan dalam mengatasi rendahnya prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA dan IPS di SD Negeri 1 Medasari Kec. Rawajitu Selatan adalah dengan melalui pembelajaran Keterampilan Proses, merupakan keterampilan belajar sepanjang hayat yang didasarkan pada serangkaian langkah-langkah kegiatan untuk mendapatkan atau menguji sesuatu pengetahuan yang dapat berupa konsep atau prinsip, yaitu meliputi observasi, inferensi, merumuskan masalah, melakukan prediksi dan membuat hipotesis, merancang penyelidikan, melakukan interpretasi dan komunikasi ilmiah. Tujuannya untuk mempelajari berbagai macam ilmu serta dapat pula digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah “Bagaimana meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar IPA dan IPS kelas IV SD Negeri 1 Medasari melalui pendekatan pembelajaran keterampilan proses ?”.
4
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah : mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran keterampilan proses dalam upaya meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPA dan IPS di SD Negeri 1 Medasari Kecamatan Rawajitu Selatan Kabupaten Tulang Bawang Propinsi Lampung Tahun Pelajaran 2009/2010.

D. Manfaat dan Kegunaan Penelitian
Manfaat dan kegunaan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :
1. Dapat memberikan sumbangan dan kontribusi terhadap peranan guru Mata Pelajaran IPA dan IPS sebagai perwujudan profesionalisme guru dalam pembelajaran keterampilan proses.
2. Dapat memberikan informasi yang memadai mengenai peranan guru yang berkaitan dengan kreativitas dan prestasi belajar baik dari aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang diwujudkan dalam perilaku, kepribadian dan kemandirian siswa.
3. Memberikan informasi yang berharga untuk kalangan akademisi atau para peneliti yang akan mengkaji bahwa peranan guru merupakan komponen yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dalam sistem pendidikan secara umum (universal).

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Kreativitas Belajar

Kreativitas menurut Utami Munandar, 1990 dalam Hera Lestari Mikarsa (2007 : 3.25) bahwa kreativitas merupakan kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi dan unsur-unsur yang ada. Pendapatnya lagi ia menyebutkan bahwa secara operasional kreativitas adalah kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas dalam berpikir, serta kemampuannya untuk mengelaborasi (memperkaya, mengembangkan, dan memerinci) suatu gagasan. Kebanyakan orang mengartikan kreativitas sebagai daya cipta, khususnya hal-hal yang baru, walaupun tidak selalu harus baru.

Kreativitas menurut konsep atau pendekatan 4 P, meruapakan suatu pendekatan yang melihat dari segi pribadi, pendorong (press), proses, dan produk kreativitas. Jadi dapat disimpulkan bahwa kreativitas itu merupakan kemampuan untuk membuat, mencipta, memadukan, mengembangkan dari sesuatu atas dasar kecerdasan berfikirnya, dari yang belum ada menjadi ada dan dari yang sudah ada dimodifikasi menjadi sesuatu yang baru yang lebih bermakna.

B. Pengertian Prestasi / Hasil Belajar
Berikut ini akan paparan definisi tentang prestsi menurut pendapat para ahli :
a. Menurut Kamus Umum W.J.S Poerwadarminta, prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya).

5
6
b. Dalam Kamus Edisi Ketiga (2000) didefinisikan bahwa prestasi adalah hasil yang telah diperoleh (dicapai dan lain-lain) ataupun pencapaian terhadap sesuatu.
c. L.W.Rue (1993) berpendapat bahwa prestasi adalah hasil pencapaian tugas yang merujuk kepada kerja bagi setiap individu.
d. Philip Ricciardi (1996) menyatakan pula bahwa prestasi merupakan hasil yang berhasil dicapai dengan kuantitas tertentu atau nilai kerja yang dilakukan terhadap pelajaran atau hasil belajar. Menurut beliau juga, prestasi merupakan suatu kebolehan untuk menghasilkan sesuatu yang benar dengan cara yang benar dan dilakukan pada saat yang tepat dalam suatu usaha yang bersesuaian.
Menurut Tuty Haryati definisi dari prestasi adalah suatu hasil luar biasa/dahsyat yang telah dicapai. Menurutnya pula prestasi merupakan sebuah keberhasilan berstandar tinggi yang citranya hanya diperoleh segelintir orang. Dengan kemampuan berfikir dan menilai, prestasi diasumsikan sebagai kesuksesan
dengan ukuran yang ditentukan sendiri berdasrakan hasil penilaian yang eksternal. Dengan nilai yang tinggi, beliau juga memaknai prestasi sebagai barang mewah dimana hanya sedikit orang saja yang sanggup menyandangnya.
Dari beberapa definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa:
a. Prestasi adalah hasil pencapaian terhadap tugas yang diberikan kepada individu maupun organisasi.
b. Prestasi tidak mengandung konotasi negatif, artinya keberhasilan dalam kebaikan, karena semua orang selalu mngharapkannya.

7
Jadi istilah prestasi lebih terkesan pada sebuah hasil yang dicapai setelah melalui upaya yang sungguh-sungguh. Hasil belajar dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang telah dicapai seseorang setelah ia mengalami proses belajar, dengan terlebih dahulu mengadakan evaluasi dari proses belajar yang dilakukan atau yang dilaluinya. Penilaian hasil belajar perlu dilakukan oleh guru untuk mengetahui sejauh mana tujuan untuk instruksional yang telah diajarkan dalam kegiatan pembelajaran yang telah dikuasai siswa. Dalam istilah yang lebih umum hasil belajar disamakan dengan sebuah prestasi. Baik hasil/prestasi yang dimaksudkan merupakan hasil yang bersifat kuantitatif daupun kualitatif.

Sedangkan kata belajar berasal dari kata dasar “ajar” yang mendapat awalan ber- menjadi belajar, yang berarti “berusha supaya memperoleh kepandaian, ilmu dan sebagainya.” Agoes Soejanto mendefinisikan belajar adalah sebagai berikut: “Belajar adalah suatu proses perubahan yang terus menerus pada diri manusia karena usaha untuk mencapai ke arah kehidupan atas bimbingan tentang cita-citanya dan sesuai dengan cita-cita dan falsafahnya”.
Berbeda dengan Agoes Soejanto, Prof. Dr. Nasution dalam bukunya mengemukakan bahwa:
“Belajar adalah perubahan-perubahan dalam sistem urat syaraf ….. Definisi lain belajar adalah penambahan atau pengetahuan …… Definisi ketiga merumuskan bahwa belajar adalah sebagi perubahan kelakuan berkat pengalaman dan latihan”.
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan sebuah prestasi yang diraih oleh seseorang atas usahanya

8
mengalami proses perubahan secara terus menerus dalam hidupnya sesuai dengan cita-cita dan falsafahnya.

B. Pengertian Pembelajaran Keterampilan Proses

Carin (1992) dalam Nono Sutarno (2007) menyampaikan pentingnya keterampilan proses yaitu : 1) dalam praktiknya apa yang dikenal dalam IPA merupakan hal yang tidak terpisahkan dari metode penyelidikan; 2) keterampilan proses IPA merupakan keterampilan belajar sepanjang hayat yang dapat digunakan bukan saja untuk mempelajari berbagai macam ilmu tetapi juga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bahasan berikut akan dibahas tentang beberapa keterampilan proses sains yang meliputi :
1. Observasi dan Inferensi
Keterampilan mengobservasi merupakan keterampilan yang dikembangkan dengan menggunakan panca indera untuk memperoleh informasi serta mengidentifikasi dan memberi nama karakteristik dari objek atau kejadian. Sedangkan keterampilan mengiferensi menurut Esler dan Esler (1984) dapat dikatakan sebagai keterampilan untuk membuat kesimpulan sementara.
2. Merumuskan Masalah
Rumusan masalah yang tepat akan sangat menentukan jalannya penyelidikan dengan baik. Bila masalah yang dibuat tidak jelas maka akan menyulitkan kita dalam membuat prediksi, membuat hipotesis, maupun dalam melakukan penyelidikan.

9
3. Melakukan Prediksi dan Membuat Hipotesis
Keterampilan memprediksi adalah keterampilan untuk menduga memperkirakan, meramalkan beberapa kejadian/keadaan yang akan datang berdasarkan dari kejadian/keadaan yang terjadi sekarang. Keterampilan untuk membuat hipotesis melibatkan keterampilan untuk menduga sesuatu yang menunjukkan hubungan sebab akibat atara dua variabel.
4. Merancang Penyelidikan
Melakukan eksperimen (percobaan) biasanya dilakukan untuk menguji kebenaran dari teori yang telah dipelajari atau untuk membuktikan bahwa hipotesis yang telah dibuat sebelumnya benar atau tidak.
5. Membuat Interpretasi
Membuat hasil pengamatan atau hasil observasi menjadi bermakna disebut dengan interpretasi data. Interpretasi data ini penting karena makna dan pengertian yang diperoleh dapat dikomunikasikan dengan baik. Bila kita melihat keterampilan proses dalam IPA, perlu kita ingat bahwa IPA dimulai dengan mengajukan pertanyaan.
6. Komunikasi Ilmiah
Keterampilan mengkomunikasikan menurut Abruscato (1988) adalah keterampilan untuk menyampaikan hasil pengamatan atau menyampaikan hasil penyelidikan. Definisi operasional adalah metode untuk memberi definisi, mengukur, atau mendeteksi adanya variabel. Misalnya untuk membuat definisi operasional dari mencelupkan mengangkat dan menuang.

BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
E. Subjek Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian sebagai perbaikan pembelajaran ini dilaksanakan di kelas V semester satu SD Negeri 1 Medasari Kecamatan Rawajitu Selatan Kabupaten Tulang Bawang Lampung.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih satu bulan yaitu mulai tanggal 01 Oktober sampai dengan 31 Oktober 2009, dengan 12 jam pelajaran (6 kali pertemuan). Siswa yang menjadi subjek penelitian ini berjumlah 27 orang siswa, yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Penelitian ini dilaksanakan oleh peneliti (guru bidang study), seorang obsever, dan kepala Sekolah sebagai penanggung jawab. Sebagai gambaran kongkret jadwal penelitian ini adalah :
Tanggal 05 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPA siklus I
Tanggal 12 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPA siklus II
Tanggal 19 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPA siklus III
Tanggal 07 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPS siklus I
Tanggal 14 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPS siklus II
Tanggal 21 Oktober 2009 untuk mata pelajaran IPS siklus III
3. Mata Pelajaran
Adapun mata pelajaran yang di teliti adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
10
11
4. Kelas
Kelas yang dijadikan tempat penelitian ini adalah Kelas IV SD Negeri 1 Medasari Kecamatan Rawajitu Selatan KabupatenTulang Bawang.
5. Karakteristik Siswa
Keberadaan siswa kelas IV SD Negeri 1 Medasari secara umum tergolong anak yang biasa-biasa, baik ditinjau dari segi kecerdasan (intellegensia) maupun kepribadian dan moralitasnya. Namun dari segi latar belakang keluarganya, mereka cukup beragam. Secara ekonomi keluarga mereka cukup beragam, mulai dari ekonomi klas rendah (yang mayoritas), ekonomi menengah, dan ekonomi klas tinggi (walaupun tidak terlalu banyak namun juga ada beberapa anak yang berasal dari keluarga mampu). Demikian juga latar belakang pendidikan keluarga (orang tua murid) amat beragam, mulai dari SD sampai yang Sarjana. Sedangkan ditinjau dari sisi kondisi sosial dan lingkungan, nampaknya banyak potensi alam yang belum dimanfaatkan secara optimal, maka dengan pendekatan pembelajaran keterampilan proses ini diharapkan menambah pengalaman dan keterampilan anak dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga, sekaligus bekal pokok bagi mereka kelak sudah dewasa.

F. Deskripsi Per Siklus
Adapun pelaksanaan penelitian ini melalui langkah siklus sebanyak tiga siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu :
Perencanaan (planning), Pelaksanaan (acting), Pengamatan (observing) dan Refleksi (reflecting) (Suharsini Arikunto, 2006).

12
1. Perencanaan
b. Menyusun jadwal mengajar
c. Membuat perangkat pembelajaran
d. Menyusun skenario pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan
e. Mempersiapkan media pembelajaran yang akan dipergunakan dalam kegiatan pembelajaran
f. Mempersiapkan lembar observasi dan catatan lapangan
2. Pelaksanaan
Tahap ini merupakan pelaksanaan dari tahap perencanaan, yang meliputi :
a. Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan membagi kelompok belajar;
b. Guru memotivasi siswa agar belajar bersama dalam kelompok dan bertanggung jawab pada kelompoknya;
c. Guru menyampaikan materi yang telah ditentukan dan mengefektifkan diskusi kelompok, bertanya jawab dan demonstrasi;
d. Guru bersama teman sejawat mengamati proses kegiatan diskusi kelompok yang sedang berlangsung dan guru memberikan bimbingan pada siswa;
e. Setiap kelompok menulis hasil kerja kelompoknya di papan tulis, diwakili oleh salah satu siswa dari kelompoknya dan memberikan kesempatan pada kelompok lain untuk menanggapinya;
f. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi;
g. Guru memberikan tes tertulis secara individu di akhir siklus;
13
h. Siswa yang mendapat nilai kurang dari 60 dan rata-rata nilai yang kurang dari ketentuan mnimal, maka dilakukan perbaikan.
3. Pengamatan/Pengumpulan Data
Dalam pengamatan penelitian tindakan kelas ini peneliti bekerja sama dengan guru (teman sejawat) yaitu seorang guru dari SD Negeri 1
Medasari, yang bertugas mengamati selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Hasil pengamatan ini dituangkan dalam catatan lapangan yang telah dipersiapkan.
a) Lembar Pengamatan 1 adalah data skunder (data yang berasal dari selain subjek) yang digunakan untuk menilai kinerja guru dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.
b) Lembar pengamatan 2 adalah data skunder (data yang berasal dari selain subjek) yang digunakan untuk menilai kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran.
c) Lembar Pengamatan 3 adalah data primer yang digunakan untuk menilai aktivitas belajar siswa pada setiap siklus.
4. Refleksi
Refleksi ini merupakan kegiatan dalam menganalisis, memahami dan membuat kesimpulam berdasarkan hasil pengamatan dan catatan lapangan. Refleksi dilakukan dengan menganalisis hasil tes dan observasi, serta menentukan perkembangan kemajuan dan kelemahan yang terjadi, sebagai dasar perbaikan pada siklus berikutnya.

14
Pada siklus II, pelaksaannya berdasarkan refleksi dari siklus I dan pelaksanaannya pun sama, yaitu terdiri dari empat tahap pelaksanaan : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Namun dalam proses kegiatan pembelajaran siklus II ini telah banyak ditemukan kelemahan-kelemahan apada siklus I dan di sini diadalan perbaikan.
Pada siklus III, pelaksaannya berdasarkan refleksi dari siklus II dan pelaksanaannya pun sama, yaitu terdiri dari empat tahap pelaksanaan : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Namun dalam proses kegiatan pembelajaran siklus III ini telah banyak dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan dari kelemahan-kelemahan pada siklus II. Jadi pada silkus ini merupakan siklus pamungkas dalan perbaikan.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian
1. Peningkatan Kreativitas Belajar Siswa
Kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA dan IPS melalui pendekatan pembelajaran Keterampilan Proses pada siswa kelas IV semester I SD Negeri 1 Medasari Kecamatan Rawajitu Selatan yang berjumlah 27 siswa, selalu diamati di setiap pertemuan pada masing-masing siklus. Secara lengkap data kreativitas belajar siswa dari siklus I sampai III adalah :
Tabel 1 : Prosentase Kreativitas Siswa pada Mata Pelajaran IPA
Siklus Pertemuan ke Jumlah Siswa yang Kreatif Prosentase Siswa yang kreatif
I 1 11 40,74 %
II 2 18 66,66 %
III 3 25 92,59 %

Tabel 2 : Prosentase Kreativitas Siswa pada Mata Pelajaran IPS
Siklus Pertemuan ke Jumlah Siswa yang kreatif Prosentase Siswa yang kreatif
I 1 10 37,03 %
II 2 16 59,25 %
III 3 24 88,88 %

15

16
2. Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA dan IPS melalui pendekatan pembelajaran Keterampilan Proses pada siswa kelas IV semester I SD Negeri 1 Medasari Kecamatan Rawajitu Selatan dapat dilihat dari hasil ulangan yang dilaksanakan dalam pembelajaran pada siklus I sampai siklus III dapat disajikan pada tabel berikut ini :
Tabel 3 : Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA
Siklus Jumlah Nilai 65
Jumlah Nilai Rata-rata
Jumlah Siswa Prosentase
I 27 10 37,03 % 1499 55,51
II 27 18 66,66 % 1760 65,18
III 27 26 96,66 % 2131 78,92

Tabel 4 : Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS
Siklus Jumlah Nilai 65
Jumlah Nilai Rata-rata
Jumlah Siswa Prosentase
I 27 9 33,33 % 1549 57,37
II 27 17 62,96 % 1746 64,66
III 27 25 92,59 % 2032 75,25

B. Pembahasan
1. Siklus I
Pelaksanaan siklus I mata pelajaran IPA pada hari Senin tanggal 05 Oktober 2009 diikuti oleh 27 siswa kelas IV yang terdiri dari 15 laki-laki dan 11 anak perempuan. Pertemuan ini berlangsung selama 1 x pertemuan (2 x 35 menit).

17
Mengawali pertemuan ini guru melakukan apersepsi yaitu dengan mengadakan tes awal yang tujuannya untuk menjajagi kesiapan siswa dan menentukan kelompok belajarnya. Dengan terbentuknya kelompok di kelas, guru memotivasi siswa dengan bercerita tentang makhluk hidup dan pertumbuhannya dan dilanjutkan dengan belajar berkelompok dan diskusi kelas mengamati kepompong yang disiapkan. Kemudian guru bersama siswa menyimpulkan materi. Pada akhir proses pembelajaran guru mengadakan evaluasi untuk melihat keberhasilan pada siklus I ini.

Sedangkan untuk mata pelajaran IPS siklus I dimulai hari Rabu tanggal 07 Oktober 2009. Mengawali pertemuan guru melakukan apersepsi dengan bertanya jawab tentang aneka sumber daya alam yang ada di sekitar. Tugas kalian mengamati dan mengidentifikasi aneka sumber daya alam yang ada dan diskusikan manfaatnya. Mengakhiri pertemuan guru mengadakan evaluasi, yaitu untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
a. Hasil Observasi Kreativitas Siswa
Setiap pertemuan siklus I, selalu dilakukan pengamatan terhadap kreativitas siswa dalam proses pembelajaran oleh seorang pengamat yaitu teman sejawat. Pada siklus I ini kreativitas siswa dalam belajar tercatat 40,74 % untuk mata pelajaran IPA, dan 37,03 % pada mata pelajaran IPS. Dengan melihat hasil pada siklus I ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa masih sangat rendah.

18
b. Hasil Belajar Siswa
Data dari tes akhir pada siklus I menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai 65 ke atas pada mata pelajaran IPA sebanyak 10 siswa dari jumlah siswa 27 siswa atau 37,03 %. Sedangkan untuk mata pelajaran IPS sebanyak 9 anak atau 33,33 %. Ini berarti kriteria pada siklus I ini baik mata pelajaran IPA maupun Bahasa Indonesia keduanya belum memenuhi target bahkan masih jauh dari yang diharapkan, yaitu siswa yang mendapat nilai 65 keatas sebesar 85 % atau lebih.
c. Refleksi
Pada akhir siklus I diperoleh hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan guru teman sejawat terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dari keseluruhan yang diamati yaitu :
a. Guru belum optimal dalam memotivasi siswa untuk belajar;
b. Guru kurang tegas dalam pembagian kelompok belajar;
c. Guru kurang memperhatikan pemahaman pada siswa tentang pentingnya kerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan suatu masalah.
d. Guru kurang teliti dalam mengamati keseriusan siswa mengamati suatu objek yang ditentukan.
e. Guru belum optimal dalam menanamkan prinsip cara mengobservasi dan menginferensi sebuah objekdan cara menyimpulkan.

19
Pembelajaran yang kurang memuaskan hasilnya itu juga disebabkan oleh siswa itu sendiri, yaitu :
1) Sebagian siswa belum memahami hakikat dari pembelajaran yang diikuti;
2) Dalam kegiatan pembelajaran, siswa banyak yang ribut dan tidak memperhatikan penjelasan guru;
3) Siswa kurang aktif dalam diskusi kelompok, tanya jawab, maupun kegiatan pengamatan terhadap objek yang seharusnya dilakukan siswa.
Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yakni pada siklus II.

2. Siklus II
Pelaksanaan siklus II mata pelajaran IPA dimulai hari Senin tanggal 12 Oktober 2009 diikuti oleh 27 siswa kelas IV yang terdiri dari 15 laki-laki dan 12 anak perempuan. Pertemuan ini berlangsung selama 2 x 35 menit. Mengawali pertemuan ini guru melakukan apersepsi yaitu dengan mengadakan tes awal yang tujuannya untuk menjajagi kesiapan siswa dan menentukan kelompok belajarnya. Dengan terbentuknya kelompok belajar di kelas, guru memotivasi siswa dengan bercerita tentang makhluk hidup dan pertumbuhannya dan dilanjutkan dengan belajar berkelompok dan diskusi kelas mengamati kupu-kupu yang berasal dari kepompong yang disiapkan. Kemudian guru bersama siswa menyimpulkan materi. Pada akhir proses pembelajaran guru mengadakan evaluasi untuk melihat keberhasilan pada siklus II ini.
20
Sedangkan untuk mata pelajaran IPS siklus II dimulai hari Rabu tanggal 07 Oktober 2009. Mengawali pertemuan guru melakukan apersepsi dengan bertanya jawab tentang aneka sumber daya alam yang ada di sekitar. Tugas kalian mengamati dan mengidentifikasi aneka sumber daya alam yang ada dan diskusikan apakah manfaatnya bagi kegiatan ekonomi masyarakat. Mengakhiri pertemuan guru mengadakan evaluasi, yaitu untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran.
a. Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Berdasarkan komentar guru teman sejawat yang mendampingi bahwa pada siklus II ini sudah ada peningkatan yang cukup baik. Pengamatan terhadap aktivitas siswa dalam proses pembelajaran oleh teman sejawat dapat dijadikan pertimbangan dalam merefleksi diri. Pada siklus II ini kreativitas siswa dalam belajar tercatat 66,66 % untuk mata pelajaran IPA, dan 62,96 % pada mata pelajaran IPS. Hal ini menunjukkan bahwa kreatifitas belajar siswa sudah ada kemajuan dan memperoleh hasil yang cukup, walaupun belum tuntas.
b. Hasil Belajar Siswa
Data dari tes akhir pada siklus II menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai 65 ke atas pada mata pelajaran sebanyak 18 siswa dari 27 siswa atau 66,66 %. Sedangkan untuk mata IPS sebanyak 17 anak dari 27 anak atau 62,96 %. Ini berarti kriteria pada siklus II ini baik mata pelajaran IPA maupun IPS keduanya sudah banyak mengalami kemajuan dan hampir memenuhi target walaupun masih harus dan bisa ditingkatkan lagi sesuai

21
dengan yang diharapkan, yaitu siswa yang mendapat nilai 65 keatas sebesar 85 % atau lebih.
c. Refleksi
Pada akhir siklus II diperoleh hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan guru teman sejawat terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dari keseluruhan yang diamati yaitu :
1) Guru belum optimal dalam memotivasi siswa untuk belajar;
2) Guru kurang tegas dalam pembagian kelompok belajar;
3) Guru kurang memperhatikan pemahaman pada siswa tentang pentingnya kerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan suatu masalah.
4) Guru kurang teliti dalam mengamati keseriusan siswa mengamati suatu objek yang ditentukan.
5) Guru belum optimal dalam menanamkan prinsip cara mengobservasi dan menginferensi sebuah objekdan cara menyimpulkan.
Pembelajaran yang kurang memuaskan hasilnya itu juga disebabkan oleh siswa itu sendiri, yaitu :
1) Sebagian siswa belum memahami hakikat dari pembelajaran yang diikuti;
2) Dalam kegiatan pembelajaran, siswa banyak yang ribut dan tidak memperhatikan penjelasan guru;

22
3) Siswa kurang aktif dalam diskusi kelompok, tanya jawab, maupun kegiatan pengamatan terhadap objek yang seharusnya dilakukan siswa.
Oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan lagi yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yakni pada siklus III.

3. Siklus III
Pelaksanaan siklus III mata pelajaran IPA dilaksanakan pada hari Senin tanggal 19 Oktober 2009 diikuti oleh 27 siswa kelas IV yang terdiri dari 15 laki-laki dan 12 anak perempuan. Pertemuan ini berlangsung selama 2 x 35 menit. Mengawali pertemuan ini guru melakukan apersepsi yaitu dengan mengadakan tes awal yang tujuannya untuk menjajagi kesiapan siswa dan menentukan kelompok belajarnya. Dengan terbentuknya kelompok belajar di kelas, guru memotivasi siswa dengan bercerita tentang makhluk hidup dan pertumbuhannya dan dilanjutkan dengan belajar berkelompok dan diskusi kelas mengamati kupu-kupu yang berasal dari kepompong yang disiapkan. Kemudian guru bersama siswa menyimpulkan materi. Pada akhir proses pembelajaran guru mengadakan evaluasi untuk melihat keberhasilan pada siklus II ini.
Sedangkan untuk mata pelajaran IPS siklus III dimulai hari Rabu tanggal 21 Oktober 2009. Mengawali pertemuan guru melakukan apersepsi dengan bertanya jawab tentang aneka sumber daya alam yang ada di sekitar. Tugas kalian mengamati dan mengidentifikasi aneka sumber daya alam yang ada dan diskusikan apakah manfaatnya bagi kegiatan ekonomi masyarakat.

23
Mengakhiri pertemuan guru mengadakan evaluasi, yaitu untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran
a. Hasil Observasi Kreativitas Siswa
Berdasarkan komentar guru teman sejawat yang mendampingi bahwa pada siklus III ini sudah ada peningkatan yang cukup baik. Pengamatan terhadap kreativitas siswa dalam proses pembelajaran oleh teman sejawat dapat dijadikan pertimbangan dalam merefleksi diri. Pada siklus III ini kreatifitas siswa dalam belajar tercatat 92,59 % untuk mata pelajaran IPA, dan 88,88 % pada mata pelajaran IPS. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa sudah ada kemajuan dan memperoleh hasil yang cukup signifikan, yaitu telah tuntas mencapai target yang ditentukan.
b. Hasil Belajar Siswa
Data dari tes akhir pada siklus III menunjukkan bahwa siswa memperoleh nilai 65 ke atas pada mata pelajaran IPA sebanyak 26 siswa atau 96,26 %.
Sedangkan untuk mata pelajaran IPS sebanyak 25 anak atau 92,59 %. Ini berarti kriteria pada siklus III ini baik mata pelajaran IPA maupun IPS keduanya sudah banyak mengalami kemajuan dan sudah memenuhi target yang diharapkan, yaitu siswa yang
mendapat nilai 65 keatas sebesar 85 % atau lebih, dan hasil yang diperolehnya telah sesuai dengan target yang diharapkan.
c. Refleksi
Pada akhir siklus III diperoleh hasil belajar siswa belum memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan guru teman sejawat terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :
24
Pengelolaan pembelajaran IPA dan IPS dengan pendekatan pembelajaran Keterampilan proses pada siklus III sudah lebih baik dari siklus II, dan terjadi peningkatan hasil belajar siswa yakni sudah memenuhi apa yang diharapkan, karena terbukti hasil yang dicapai siswa pada mata pelajaran IPA dengan nilai lebih dari 65 sebanyak 26 siswa dari jumlah siswa keseluruhan yaitu 27 anak atau mencapai 96,26 %. Sedangkan mata pelajaran IPS sebanyak 25 anak dari jumlah keseluruhan 27 anak atau sebesar 92,59 %.
Hal ini menunjukkan bahwa peranan guru dalam proses pembelajaran bukan hanya sebagai pengajar, tetapi lebih ditekankan sebagai fasilitator. Guru memfasilitasi siswa untuk berhasil dengan memberikan motivasi, dorongan dan pendampingan dalam kegiatan pembelajaran.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Penelitian tindakan kelas beserta pembahasannya yang dilakukan guru di kelas IV SDN 1 Medasari dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan melalui pendekatan pembelajaran Keterampilam proses telah dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa dan siswa telah termotivasi untuk meraih prestasi, maka peranan guru menjadi sangat penting yaitu sebagai motivator dan fasilitator.
Hal ini ditunjukkan oleh hasil observasi kreativitas dan hasil belajar siswa pada penelitian tindakan kelas ini, yaitu :
Tabel 5 : Prosentase Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA
Siklus Prosentase
Kreativitas Prosentase Siswa yang nilainya 65
Hasil Belajar Siswa
Jumlah Nilai Rata-rata
I 40,74 % 37,03 % 1499 55,51
II 66,66 % 66,66 % 1760 65,18
III 92,59 % 96,26 % 2131 78,92

Tabel 6 : Prosentase Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPS
Siklus Prosentase
Kreativitas Prosentase Siswa yang nilainya 65
Hasil Belajar Siswa
Jumlah Nilai Rata-rata
I 37,03 % 33,33 % 1549 57,37
II 59,25 % 62,96 % 1746 64,66
III 88,88 % 92,59 % 2032 75,25

25

26
Tabel 7 : Peningkatan Prosentase Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA
Siklus Peningkatan Krea-tivitas Siswa (%) Peningkatan Nilai Siswa 65 (%)
Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Siklus I ke Siklus II 25,92 % 29,63 % 9,67
Siklus II ke Siklus III 25,93 % 29,60 % 13,74

Tabel 8 : Peningkatan Prosentase Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS
Siklus Peningkatan Krea-tivitas Siswa (%) Peningkatan Nilai Siswa 65 (%)
Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Siklus I ke Siklus II 25,93 % 22,22 % 7,29
Siklus II ke Siklus III 25,93 % 29,63 % 10,59

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa aktivitas dan hasil belajar meningkat.

B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka disarankan bahwa dengan menggunakan pendekatan pebelajaran konstruktivisme dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah guna meningkatkan hasil belajar siswa. Serta hendaknya guru selalu dapat mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dan kreatif yang banyak melibatkan siswa sebagai upaya pengekspresian dari diri siswa. Dan seyoyanya guru lebih dapat mamainkan peran guru sebagai motivator dan fasilitator.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto Suharsini, Penelitian Tindakan Kelas, PT Bumi Aksara, Jakarta

Bahri Djamhari Syaiful, 2002, Psikologi Belajar, PT Asdi Mahasatya, Jakarta

Dimyati dan Mudjiono, 2006, Belajar dan Pembelajaran, PT Rineka Cipta, Jaklarta

Hamalik Oemar, 1990, Metode Belajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar, Tarsito Bandung

Mikarsa Hera Lestari, dkk., 2007, Pendidikan Anak di SD, Universitas Terbuka

Slameto, 1995, Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi, PT Rineka Cipta, Jakarta

Sardiman, Am, 2006, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Rajawali, Jakarta

Sugiono, 2005, Memahami Penelitian Kualitatif, Alfa Beta, Bandung

Sutarno Nono, 2007, Materi dan Pembelajaran IPA SD, Universitas Terbuka

The Liang Gie, 1981, Proses Belajar Mengajar, Tarsito Bandung

Widodo, dkk. 2004, Alamku Sains 5 Untuk SD Kelas V, PT Bumi Aksara, Jakarta

Wilis Dahar Ratna, 1989, Teori-teori Belajar, PT Gelora Aksara Pratama

Winataputra Udin S., 2005, Strategi Belajar Mengajar, Universitas Terbuka

Lampiran 1 :

DAFTAR NILAI HASIL ULANGAN HARIAN KELAS VI
MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

NO. NAMA SISWA SIKLUS
I II III
1 Basuki 65 76 87
2 Ahmad fatoni 60 73 85
3 Andian 50 60 71
4 Doni S. 43 55 65
5 Denni Firmanto 70 80 92
6 Ferdi 62 71 85
7 Sumita 66 75 88
8 Bagus susi;o 35 45 56
9 Tri Widodo 46 55 65
10 Saiful anam 55 60 71
11 Firmansyah 70 81 93
12 Aji Supardi 56 64 74
13 Dian Saputa 50 60 69
14 Bayu Saputram 52 61 73
15 Khairul Anam 75 83 95
16 Aristantiningsih 60 73 87
17 Puji Lestari ‘ 67 75 89
18 Fauziah 35 45 56
19 Anikmah 37 49 65
20 Rosidah 47 57 67
21 Evi Rianti 63 73 83
22 Tiara Mukti 61 70 81
23 Ernawati 45 55 66
24 Susi Susanti 66 76 85
25 Sumiati 55 65 77
26 Sindi auliah 55 66 78
27 Anis Safitri 74 83 95
Jumlah 1499 1760 2131
Rata-rata 55,5146 65,96 78,92

Lampiran 2 :

DAFTAR NILAI HASIL ULANGAN HARIAN KELAS VI
MATA PELAJARAN IPS

NO. NAMA SISWA SIKLUS
I II III
1 Basuki 60 67 79
2 Ahmad fatoni 62 70 80
3 Andian 52 60 70
4 Doni S. 40 55 65
5 Denni Firmanto 70 79 85
6 Ferdi 63 72 84
7 Sumita 65 74 86
8 Bagus susi;o 34 45 56
9 Tri Widodo 45 55 66
10 Saiful anam 50 60 71
11 Firmansyah 71 74 84
12 Aji Supardi 55 65 74
13 Dian Saputa 52 60 71
14 Bayu Saputram 50 60 70
15 Khairul Anam 74 81 92
16 Aristantiningsih 61 71 84
17 Puji Lestari ‘ 65 74 87
18 Fauziah 36 46 55
19 Anikmah 35 44 54
20 Rosidah 48 55 65
21 Evi Rianti 60 70 81
22 Tiara Mukti 61 72 84
23 Ernawati 46 55 65
24 Susi Susanti 65 74 84
25 Sumiati 56 66 76
26 Sindi auliah 55 61 72
27 Anis Safitri 75 84 95
Jumlah 1549 1746 2032
Rata-rata 5737 64,66 75,25

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: